Oleh Sholikin Jamik
Hari Tarwiyah itu tanggal 8 Dzulhijjah. Hari itu jamaah haji mulai bergerak dari Mekah ke Mina. “Harus” ke sana bukan karena wajib fi’li, tapi karena itu sunnah Nabi ﷺ dan bagian dari rangkaian manasik.
1. Arti Tarwiyah
Kata Tarwiyah dari kata rawiya = memberi minum sampai puas.
Asal-usul penamaan
Zaman dulu, jamaah & hewan kurban belum bawa air banyak. Mereka berhenti di Mina tanggal 8 Dzulhijjah untuk minum, mengisi bekal air, dan istirahat sebelum ke Arafah yang tandus. Jadi “hari memberi minum”.
Ada juga riwayat: Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail tanggal 8 Dzulhijjah. Beliau tarawwa = merenung, mikir: “Ini mimpi dari Allah atau bukan?”. Dari situ disebut Tarwiyah.
2. Dalil & Sunnah Nabi ﷺ
Nabi ﷺ berangkat ke Mina tanggal 8 Dzulhijjah setelah salat Zhuhur, lalu bermalam di sana.
Jabir bin Abdillah berkata: “Nabi ﷺ memerintahkan kami ketika hendak berangkat ke Mina agar berihram. Kami berangkat ke Mina, lalu salat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh di sana. Kemudian beliau berangkat ke Arafah setelah matahari terbit” [HR. Muslim].
Jadi yang “harus” dilakukan bukan nginap di Mina itu sendiri, tapi wukuf di Arafah tanggal 9. Nginap di Mina tanggal 8 adalah sunnah muakkadah, mengikuti Nabi.
3. Hikmah kenapa ada hari Tarwiyah
a. Persiapan fisik & mental
Perjalanan Mekah-Arafah 22 km dulu jalan kaki. Butuh istirahat di Mina biar kuat wukuf besoknya. Sekarang pakai bus juga tetap butuh jeda. Kalau langsung dari Mekah ke Arafah tanggal 9, jamaah kelelahan dan nggak khusyuk.
b. Latihan hidup sederhana
Di Mina nggak ada hotel mewah. Tenda, berdesakan, panas. Itu latihan: “Hidup ini sementara. Aku bisa hidup cukup dengan tenda & roti”. Mirip Padang Mahsyar nanti.
c. Pemisah antara umrah & haji
Bagi yang haji Tamattu’, tanggal 8 itu momen ganti mode dari umrah selesai, masuk manasik haji. Ihram haji dimulai lagi, talbiyah dikumandangkan lagi.
d. Mengikuti sunnah Ibrahim & Muhammad
Kita ulang lagi kisah Ibrahim yang mikir semalaman sebelum menyembelih Ismail. Kita juga mikir semalaman di Mina: “Besok aku mau ngomong apa di hadapan Allah di Arafah?”
4. Kalau tidak ke Mina tanggal 8, bagaimana?
Hukumnya: Tidak apa-apa, haji tetap sah.*
Yang rukun itu wukuf Arafah tanggal 9. Nginap di Mina malam Tarwiyah itu sunnah.
Tapi sekarang karena padat, banyak jamaah Indonesia langsung berangkat ke Arafah malam 8 Dzulhijjah biar dapat tempat. Itu boleh, asal jangan tinggal wukuf.
5. Yang dilakukan di hari Tarwiyah
1. Salat 5 waktu qashar tanpa jama: Zhuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat, dst. Sesuai sunnah
2. Perbanyak talbiyah: “Labbaik Allahumma labbaik…”
3. Dzikir, tilawah, muhasabah: Besok Arafah, hari paling penting. Siapkan doa
4. Istirahat: Simpan tenaga untuk wukuf
Intinya:*
Tarwiyah bukan rukun, tapi pos istirahat yang Nabi ajarkan. Posisi kita kayak musafir mau ketemu Raja. Malamnya nginap dulu, mandi, siap-siap, biar besok pas ketemu Raja di Arafah, hati dan badan siap.
