Sinergi Ulama-Umaro, MUI Dander Gelar Musyawarah Daerah hingga Soroti Masalah Stunting

Avatar photo
Musyawarah Daerah MUI Kecanatan Dander yang di Pendopo Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Selasa 12/5/2026) siang

Bojonegoro UpWarta.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Daerah yang bertempat di Pendopo Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Selasa 12/5/2026) siang

Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara ulama dan pemerintah (umaro) dalam menjaga kondusivitas wilayah serta menyukseskan program pembangunan.

​Ketua MUI Kecamatan Dander KH. Bardam Abd. Nasir, menekankan pentingnya peran pengurus sebagai Shohibul Hukama (mitra pemimpin) dan Khadimul Ummah (pelayan umat).

Ia menyebut bahwa seluruh jajaran MUI hingga tingkat ranting harus terus bersinergi dengan jajaran Forkopimcam, mulai dari Camat, Kapolsek, hingga Danramil.

​”Kita harus selalu bersama-sama dengan Bapak Camat, Kapolsek, Danramil, serta KUA. Ini selalu bersama-sama dalam setiap acara kenegaraan,” ujarnya dalam sambutan yang disambut hangat oleh hadirin.

​Sementara itu, Camat Dander, Teguh Wibowo, mengapresiasi peran MUI yang dianggap mampu membawa kesejukan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya yang santai dan penuh humor, Teguh juga menitipkan pesan terkait isu-isu krusial di wilayah Dander, salah satunya adalah masalah data kemiskinan (DTKS) dan angka pernikahan dini yang memicu stunting.

​”Banyak pernikahan usia dini di Kecamatan Dander, ternyata kita nomor tiga. Ini menjadi kewajiban kita bersama, termasuk MUI melalui komisi pendidikan, untuk memberikan edukasi akhlak bagi para remaja agar generasi ke depan lebih baik,” terang Teguh.

​Di tempat yang sama, Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, K.H. Alamul Huda Masyhur, menyampaikan poin-poin penting dalam pembinaan tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah penjagaan ideologi bangsa dan penguatan ekonomi umat.

​”Tantangan kita ke depan adalah ideologi. MUI harus membentengi umat dari paham radikalisme. Selain itu, masalah ekonomi umat juga penting agar masyarakat tidak terjebak praktik rentenir atau pinjaman online yang menjerat,” tegas Kyai Huda.

Acara yang dihadiri oleh tokoh dari berbagai organisasi kemasyarakatan seperti NU dan Muhammadiyah ini diharapkan dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah di Bojonegoro.  (SKM/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *