Di Madinah Tidak Bisa Masuk Raudhah

Avatar photo

UpWarta.com – Jamaah haji dari Indonesia ada yang gagal masuk di raudhah,  walaupun  sudah usaha, maka harus tetap
Tenang, nggak usah berkecil hati. Banyak jamaah juga ngalamin hal yang sama karena kuota Nusuk terbatas.

1. Hukumnya: Raudhah bukan rukun/wajib haji atau umrah

Tidak masuk Raudhah sama sekali tidak mengurangi sah dan mabrurnya haji/umrah Bapak. Raudhah itu keutamaan tambahan, bukan syarat. Nabi ﷺ juga tidak mewajibkan umatnya harus masuk Raudhah.

2. Keutamaan Masjid Nabawi tetap dapat
Rasulullah ﷺ bersabda: “Salat di masjidku ini lebih utama 1000 kali dari salat di masjid lain kecuali Masjidil Haram” [HR. Bukhari Muslim].

Ini berlaku untuk seluruh Masjid Nabawi, bukan cuma Raudhah. Jadi salat di saf depan, di perluasan, pahalanya sama 1000x.

3. Cara menyikapi kalau gagal booking Nusuk:

1. Tetap ikhtiar tiap hari: Slot Nusuk dibuka tiap Jumat untuk minggu depannya, jam 14.00 & 21.00 waktu Saudi. Banyak yang dapat H-1 karena ada yang cancel. Cek terus.

2. Datang ke pintu 37: Di luar jam kunjungan, kadang askar memberi izin masuk untuk lansia & kursi roda. Sampaikan baik-baik

3.  Amalan pengganti yang pahalanya besar juga:
1. Perbanyak salat fardhu berjamaah di Masjid Nabawi
2. Salam ke Rasulullah ﷺ* di depan makam: _“Assalamu ‘alaika ya Rasulallah”. Ini bisa tiap hari
3. Salat di Masjid Quba: Wudhu dari hotel, salat 2 rakaat = pahala umrah [HR. Tirmidzi]
4. Ziarah Uhud & Baqi’: Doakan syuhada & ahli Baqi’
5. Tilawah & iktikaf di Masjid Nabawi

5. Jaga hati dari kecewa

Imam Nawawi bilang: “Kalau tidak bisa dapat semua, jangan tinggalkan semua”. Allah menilai niat & usaha Bapak. Banyak ulama besar dulu juga tidak semua bisa masuk Raudhah karena dulu lebih ketat.

Umar bin Khattab pernah berkata: “Aku tidak tahu mana yang lebih baik: masuk Raudhah atau tidak masuk tapi hati tetap ridha dengan takdir Allah”.

Tips praktis kalau sudah pasrah tidak dapat slot:

1. Salat Subuh di Masjid Nabawi, lalu duduk sampai syuruq dzikir & doa. Itu waktu mustajab
2. Malam hari ikut kajian ba’da Isya di dalam Masjid Nabawi
3. Perbanyak sedekah ke petugas kebersihan masjid

Jadi jangan sedih, Pak. Raudhah itu “taman surga”, tapi seluruh Madinah adalah kota Nabi. Setiap langkah Bapak di sana, setiap salat, setiap salam ke Rasul, semua dicatat malaikat.

Yang penting pulang bawa akhlak Nabi: sabar, ridha, qana’ah. Itu justru inti haji mabrur. (Udin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *