Sholat Maghrib dan Isya tanggal 11-12 Dzulhijjah saat mabit di Mina

Avatar photo

Oleh; Sholikin Jamik

Saat mabit di Mina tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, sholat Maghrib dan Isya dilakukan sendiri-sendiri, tidak dijamak, tapi diqashar untuk Isya.

Ini ikut sunnah Nabi ﷺ waktu haji Wada’.
1. Cara sholatnya

Maghrib: 3 rakaat, utuh. Tidak diqashar, tidak dijamak.
Isya: 2 rakaat, diqashar. Tidak dijamak dengan Maghrib.

Jadi:
– Masuk waktu Maghrib → sholat Maghrib 3 rakaat
– Masuk waktu Isya → sholat Isya 2 rakaat

Waktu sholat tetap ikut waktu Mina. Nggak digabung jadi jamak taqdim/ta’khir.

Dalilnya:
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Nabi ﷺ salat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh di Mina. Beliau mengqashar sholat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat” [HR. Muslim 1218]

Nabi ﷺ tidak menjamak Maghrib-Isya di Mina tanggal 11-12 Dzulhijjah.

2. Kenapa tidak dijamak?

Jamak itu keringanan untuk orang safar yang berpindah tempat atau ada kesulitan.
Di Mina tanggal 11-12, jamaah sudah “mukim sementara”. Nabi ﷺ dan sahabat menetap di tenda Mina 3 hari, jadi sholatnya dikembalikan ke asal: dikerjakan di waktunya masing-masing.

Berbeda dengan tanggal 9 Dzulhijjah di Arafah dan Muzdalifah, di sana Nabi ﷺ menjamak taqdim Zhuhur-Ashar di Arafah, dan jamak ta’khir Maghrib-Isya di Muzdalifah.

3. Yang berlaku untuk jamaah Indonesia

1. Kalau sholat sendiri atau di tenda:
Maghrib 3 rakaat, Isya 2 rakaat, di waktunya. Sunnah dikerjakan berjamaah di tenda.

2. Kalau ikut imam di masjid/mushola Mina:
Ikuti imam. Kalau imam sholat 4 rakaat, makmum musafir ikut 4 rakaat. Setelah imam salam, niat qashar sudah gugur karena mengikuti imam mukim.

3. Waktu sholat:
Lihat jadwal sholat Mina. Biasanya selisih 1-2 menit dengan Mekah. Jangan pakai jadwal Indonesia.

4. Kesalahan yang sering terjadi

Salah: Jamak taqdim Maghrib-Isya jam 8 malam karena capek
Benar: Tunggu masuk waktu Isya, baru sholat Isya 2 rakaat

Salah: Isya tetap 4 rakaat karena merasa sudah nggak safar
Benar*: Tetap qashar 2 rakaat selama masih di Mina dan belum niat mukim 4 hari lebih

5. Hikmahnya

Nabi ﷺ sengaja tidak menjamak di Mina biar jamaah istirahat, zikir, dan ibadah malam. Hari-hari Tasyrik itu hari makan, minum, dan dzikir [QS. Al-Baqarah: 203].

Jarak waktu antar sholat jadi momen untuk muhasabah: “Besok mau lempar jumrah lagi, hatiku sudah bersih belum?”

Intinya:
Tanggal 11-12 Dzulhijjah di Mina → Maghrib 3 rakaat, Isya 2 rakaat, dikerjakan di waktunya masing-masing. Tidak dijamak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *