Arti Nafar Awal dan Nafar Tsani

Avatar photo

Oleh; Sholikhin Jamik

Ada pertanyaan dari jamaah haji yang isinya ; Gus Kaji, minta pencerahan : Tentang kedudukan Nafar Awal dan Nafar Tsani itu bagaimana ? Itu pilihan, boleh dikerjakan salah satu atau harus dikerjakan keduanya ?

Jawaban
Nafar awal dan Nafar Tsani itu istilah untuk waktu pulang dari Mina setelah selesai lempar jumrah di hari Tasyrik.

Dua-duanya ada di QS. Al-Baqarah: 203
“…Barangsiapa yang ingin cepat berangkat [dari Mina] sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan, maka tidak ada dosa pula baginya…”kepulangannya]

1. Nafar Awal

Arti: Pulang lebih awal dari Mina
Waktu: Setelah lempar jumrah tanggal *12 Dzulhijjah* sebelum Maghrib

Jadi kalau kamu pilih nafar awal:
– Hari 11 Dzulhijjah: lempar 3 jumrah setelah zawal
– Hari 12 Dzulhijjah: lempar 3 jumrah lagi setelah zawal
– Setelah itu langsung keluar dari Mina sebelum matahari terbenam

Kalau lewat Maghrib masih di Mina, maka gugur opsi nafar awal. Otomatis jadi nafar tsani.

Hikmah: Untuk jamaah yang lemah, tua, sakit, atau khawatir desak-desakan. Nabi ﷺ membolehkan.

2. Nafar Tsani

Arti: Pulang belakangan dari Mina
*Waktu*: Setelah lempar jumrah tanggal *13 Dzulhijjah*

Jadi kalau pilih nafar tsani:
– Hari 11 Dzulhijjah: lempar 3 jumrah
– Hari 12 Dzulhijjah: lempar 3 jumrah
– Hari 13 Dzulhijjah: lempar 3 jumrah lagi setelah zawal
– Baru keluar dari Mina

Ini yang lebih utama dan lebih sesuai sunnah Nabi ﷺ. Beliau mabit di Mina sampai tanggal 13.

Hikmah: Dapat lebih banyak pahala mabit, dzikir, dan doa di Mina. Hari 13 Dzulhijjah masih termasuk hari Tasyrik yang diperintah untuk banyak berdzikir.

3. Perbedaan Praktisnya
Nafar Awal Nafar Tsani
Hari keluar Mina 12 Dzulhijjah, sebelum Maghrib 13 Dzulhijjah, setelah zawal
Jumlah lempar jumrah 3 hari: 10, 11, 12 Dzulhijjah 4 hari: 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah
Hukum Mubah/boleh Lebih utama/sunnah
Cocok untuk jamaah tua, sakit, rombongan besar yang takut macet Jamaah yang kuat dan ingin maksimalkan pahala
4. Yang penting diingat

1. Tidak ada dosa mau pilih nafar awal atau tsani. Keduanya sah.
2. Syarat nafar awal: harus sudah keluar dari batas Mina sebelum Maghrib 12 Dzulhijjah. Kalau kemacetan bikin telat, maka wajib nginap dan lempar lagi tanggal 13.
3. Tanggal 13 Dzulhijjah tetap ada lempar jumrah. Banyak orang salah kira tanggal 13 cuma istirahat.
Singkatnya:
Nafar awal = pulang cepat tanggal 12.
Nafar tsani = pulang lambat tanggal 13.

Nabi ﷺ memilih nafar tsani. Tapi kalau kondisi nggak memungkinkan, nafar awal juga dapat pahala insyaAllah.

Dan harus memilih salah satunya, tidak mungkin di lakukan dua duanya,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *