Selama Ditenda Mina, Nabi Muhammad Tidak Mencontohkan Sholat Sunnah Rowatif

Avatar photo

Oleh Sholikin Jamik

Nabi ﷺ memang meninggalkan shalat sunnah rawatib selama di Mina dan Arafah waktu Haji Wada’. Itu ada dalil dan hikmahnya.

1. Yang dikerjakan Nabi ﷺ di Mina

Hadits Ibnu Umar:

“Aku pernah shalat bersama Nabi ﷺ di Mina. Beliau shalat Dzuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat, Maghrib 3 rakaat, Isya 2 rakaat, Subuh 2 rakaat”

Jadi beliau shalat qashar 2 rakaat untuk Dzuhur, Ashar, Isya. Maghrib tetap 3 rakaat karena tidak bisa diqashar.

Tapi yang dicatat para sahabat: beliau tidak shalat sunnah qabliyah/ba’diyah selama 4 hari di Mina dan Arafah.

2. Alasannya: status musafir + sibuk dengan manasik

a. Musafir diperbolehkan meninggalkan sunnah rawatib
Nabi ﷺ di Mina itu statusnya musafir. Syariat membolehkan musafir meringkas shalat fardhu jadi qashar, dan meninggalkan sunnah rawatib supaya lebih ringan.

Ibnu Umar berkata:
“Aku menemani Nabi ﷺ, Abu Bakar, Umar, Utsman. Mereka tidak menambah shalat lebih dari 2 rakaat di masa safar”

b. Waktu di Mina sangat padat untuk dzikir dan manasik
Di Mina tanggal 8-13 Dzulhijjah itu waktunya:

– Malam 8: mabit di Mina, persiapan ke Arafah
– Siang 9: wukuf di Arafah seharian
– Malam 10: mabit di Muzdalifah, ambil batu
– Siang 10: lempar jumrah, kurban, cukur, tawaf
– 11-13: lempar 3 jumrah tiap hari setelah zawal, mabit, dzikir

Nabi ﷺ mengisi waktu itu dengan talbiyah, dzikir, doa, dan mengajari sahabat manasik. Beliau tidak menyibukkan diri dengan sunnah rawatib yang boleh ditinggal.

3. Pengecualian: sunnah yang tetap dikerjakan

Nabi ﷺ tetap mengerjakan beberapa sunnah:

1. Shalat Witir: Beliau tidak pernah meninggalkan witir, baik mukim maupun safar.
2. Shalat Tahajjud: Beliau tetap qiyamul lail.
3. Shalat Dhuha: Ada riwayat beliau shalat dhuha di Mina.
4. Sunnah fajar: 2 rakaat sebelum subuh juga tetap dikerjakan.

Jadi yang ditinggalkan itu khusus sunnah rawatib 12 rakaat yang mengiringi shalat 5 waktu.

4. Hikmahnya untuk kita

1. Agama itu mudah: Kalau safar dan sibuk dengan ibadah inti, sunnah rawatib boleh ditinggal. Jangan dipaksa sampai capek dan menganggu ibadah wajib.
2. Utamakan yang utama: Di Mina yang utama adalah dzikir, takbir, lempar jumrah, doa. Itu lebih utama dari nambah sunnah rawatib.
3. Ikuti contoh Nabi: Ibnu Qayyim bilang, “Ini menunjukkan bahwa safar itu tempat rukhshah. Meninggalkan sunnah rawatib di safar lebih utama kecuali witir dan fajar”.

Singkatnya:
Nabi ﷺ tidak shalat sunnah rawatib di Mina karena beliau musafir dan waktunya dihabiskan untuk ibadah haji yang lebih besar. Tapi beliau tetap jaga witir, tahajjud, dan sunnah fajar.

Kamu boleh ikut sunnah ini: qashar shalat, tinggalkan rawatib, ganti waktunya untuk takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah…” yang memang disyariatkan di Mina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *