Bojonegoro UpWarta.com – Sosialisasi bertajuk Toleransi dan Keberagaman melalui Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat digelar di Hotel MCM, Jalan Pemuda, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. H. Freddy Poernomo, S.H., M.H., Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bojonegoro Hanafi sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Ketua DMI Bojonegoro Hanafi menegaskan bahwa toleransi bukan hanya menyangkut hubungan antarumat beragama, tetapi juga sikap saling menghargai dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Menurutnya, makna toleransi dapat dipahami sebagai tepa selira, yakni saling memahami, menghormati, dan memiliki empati terhadap sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.
“Kalau ada orang mengalami kecelakaan atau tetangga tertimpa musibah, kita membantu tanpa perlu bertanya agamanya apa. Itulah bentuk toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Hanafi juga menekankan bahwa ajaran agama tidak melarang umatnya untuk saling menolong selama tidak mengganggu keyakinan masing-masing. Ia mengajak masyarakat menjaga rasa empati agar kehidupan sosial tetap harmonis.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur Dr. H. Freddy Poernomo mengatakan keberagaman merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari karena menjadi bagian dari kehendak Tuhan.
Menurutnya, toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan menghormati hak setiap orang untuk menjalankan agamanya tanpa harus mengorbankan akidah masing-masing.
“Toleransi adalah menghormati keyakinan orang lain tanpa meninggalkan keyakinan kita sendiri. Dengan begitu kehidupan masyarakat akan tetap harmonis,” katanya.
Freddy menjelaskan pentingnya menjaga budaya gotong royong, komunikasi, serta kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks di media sosial yang berpotensi memicu konflik.
Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap adil dan seimbang dalam kehidupan bermasyarakat sebagai bagian dari nilai-nilai toleransi.
Dalam kesempatan itu, Freddy menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, toleransi menjadi modal penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Selain menyampaikan pentingnya kerukunan, Nurul juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, beasiswa bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, hingga penguatan sektor pertanian.
Di bidang kesehatan, ia menyebut RSUD Sosodoro Djatikoesoemo akan menghadirkan layanan kemoterapi, pelayanan jantung terpadu, Digital Subtraction Angiography (DSA), hingga layanan stem cell dengan dukungan pemerintah daerah.
Sedangkan di sektor pertanian, Pemkab Bojonegoro terus berupaya mengatasi persoalan irigasi, pupuk, harga hasil panen, serta penyediaan bibit unggul, termasuk pengembangan benih padi Gama Gora.
“Kita berharap masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan bersama-sama mendukung pembangunan Bojonegoro agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga,” ujar Nurul.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan dihadiri tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen warga Bojonegoro yang mengikuti sosialisasi hingga selesai. (SKM/arh)
