MPLS SMKN 1 Sugihwaras Bebas Perpeloncoan, Siap Ukir Prestasi di Dunia Kerja

Avatar photo

Bojonegoro, UpWarta.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi digelar serentak di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, Senin (13/7/2026). Salah satunya berlangsung hangat dan penuh antusiasme di SMK Negeri 1 Sugihwaras.

Di SMKN 1 Sugihwaras, Sebanyak 288 siswa baru tampak bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan MPLS Ramah yang disiapkan sekolah. Sejak pagi, mereka sudah berdatangan mengenakan seragam lengkap sesuai ketentuan.

Tahun ini, SMKN 1 Sugihwaras mengusung tema “Beradaptasi, Berinovasi, dan Siap Mengukir Prestasi di Dunia Kerja”.

Kepala Sekolah Dr. H. Suyetno melalui perwakilan guru menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar pengenalan lingkungan, melainkan langkah awal pembentukan karakter peserta didik.

“Tujuan MPLS Ramah adalah menumbuhkan dan memperkuat karakter murid sejak hari pertama masuk sekolah, mengenalkan lingkungan belajar, serta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain itu, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai positif sekaligus literasi digital,” ujarnya.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan penyambutan, upacara pembukaan, perkenalan, penyampaian Wawasan Wiyata Mandala, materi “Aku dan Sekolahku” serta “Aku dan Sekitarku”, “Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat”, hingga edukasi keadaban dan keamanan digital. Rangkaian ditutup dengan sesi refleksi dan doa bersama.

“Kami ingin setiap siswa merasa diterima sejak hari pertama, sehingga proses adaptasi berjalan lebih mudah dan tenang,” tambahnya.

Selama masa MPLS, ada empat materi utama yang akan disampaikan, yaitu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program Pagi Ceria, materi sopan santun bermedia sosial, serta pembiasaan budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Sekolah juga menyisipkan materi penting lainnya meliputi pencegahan judi online, pinjaman online, bahaya NAPZA, serta kampanye anti-perundungan.

“Kami pastikan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi memiliki karakter tangguh dan bijak menghadapi tantangan zaman, terutama di dunia digital,” jelasnya.

Pihak sekolah menegaskan pelaksanaan MPLS sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru dan tenaga pendidik. Pengurus OSIS hanya berperan membantu hal-hal teknis di bawah pengawasan ketat, tidak berwenang membuat aturan maupun memberi sanksi.

Segala bentuk perpeloncoan dilarang keras, termasuk penggunaan atribut yang tidak mendidik hingga tugas yang memberatkan siswa maupun orang tua.

“Tidak ada ruang bagi perlakuan yang merendahkan martabat siswa. Semuanya diatur dan diawasi langsung oleh guru,” tegasnya.

Untuk mempercepat adaptasi, sekolah menerapkan sistem teman pendamping atau buddy system, permainan pemecah kebekuan, jelajah lingkungan sekolah secara interaktif, pengenalan ekstrakurikuler, serta pendampingan aktif wali kelas dan guru Bimbingan Konseling.

Pihak sekolah mengakui ada tantangan tersendiri tahun ini, antara lain beban guru dalam merancang kegiatan yang menarik sekaligus melakukan pemetaan awal kemampuan siswa, serta menyampaikan beragam materi penting tanpa membuat peserta merasa jenuh atau kewalahan.

Di akhir pernyataan, sekolah menyampaikan pesan hangat bagi seluruh siswa baru: “Selamat datang di rumah kedua kalian. Jangan takut berbuat salah dalam belajar, karena kesalahan adalah bagian dari proses. Teruslah berkembang, saling menghargai teman, jauhi segala bentuk perundungan, dan manfaatkan fasilitas yang ada untuk meraih cita-cita kalian.”

Reporter: Arif Rahman Hakim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *