Lokasi yang Dikenal Sebagai Tempat Prostitusi di Desa Pacing Dirazia

Avatar photo

Bojonegoro, UpWarta.com – Petugas gabungan menggelar razia di lokasi yang dikenal masyarakat sebagai tempat praktik prostitusi dan penjualan minuman beralkohol di kawasan tanggul irigasi Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/7/2026).

Razia dipimpin Kapolsek Sukosewu AKP Samsul Anam bersama personel Satpol PP Trantib, Koramil, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Usai kegiatan, AKP Samsul Anam mengatakan razia menyasar tujuh lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Namun, dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas prostitusi.

“Kami bersama gabungan dari Satpol PP Trantib dan Koramil melaksanakan patroli untuk melakukan penindakan. Hari ini tidak ada yang terjaring terkait patroli ini, tidak ada temuan,” kata AKP Samsul Anam.

Menurutnya, dari tujuh lokasi yang diperiksa terdapat beberapa kamar yang diduga digunakan untuk praktik prostitusi. Namun, saat razia berlangsung seluruh kamar dalam keadaan kosong.

“Dari ketujuh lokasi tadi ada beberapa kamar yang memang kelihatannya diduga digunakan untuk tempat itu,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap minuman beralkohol yang berada di lokasi. Hasilnya, minuman yang ditemukan memiliki kadar alkohol 4,9 persen sehingga tidak ditemukan pelanggaran yang dapat ditindak.

“Minuman yang kami cek kadar alkoholnya 4,9 persen. Jadi untuk sementara hasil razia nihil, tidak ditemukan aktivitas maupun pelanggaran terkait minuman beralkohol,” jelasnya.

AKP Samsul Anam mengatakan razia tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi yang masuk ke Polsek Sukosewu, kemudian dilakukan koordinasi Forkopimcam yang melibatkan kepolisian, kecamatan, Satpol PP, dan Koramil.

Untuk menjaga agar lokasi tersebut, benar – benar tidak ada prostisusi dan jual minuman keras (miras)  Ke depan, patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala dengan sistem acak atau mendadak.

“Sewaktu-waktu nanti kami akan melaksanakan patroli secara acak atau pendadakan. Kami tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun Koramil,” tegasnya.

Ia menilai keberadaan lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi dapat menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat, terutama terhadap keharmonisan rumah tangga.

“Dampaknya banyak sekali. Salah satunya hubungan keluarga bisa retak bahkan berujung bubar karena tempat seperti ini menjadi lokasi orang mencari hiburan,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun UpWarta.com dari sejumlah warga di sekitar lokasi, kawasan tersebut beberapa hari terakhir sejak ada pemberitaan media terlihat lebih sepi dibanding sebelumya.

Adapun keberadaan adanya praktek prostitusi di wilayah tanggul itu, warga menyebut memang ada sejak bertahun-tahun. Awalnya hanya terdapat dua titik di sisi selatan dan utara tanggul irigasi. Seiring waktu, jumlahnya disebut berkembang menjadi tujuh lokasi.

Warga juga menyebut kawasan tersebut telah beberapa kali menjadi sasaran razia aparat gabungan. Namun, dalam sejumlah operasi sebelumnya, petugas kerap tidak menemukan aktivitas saat razia berlangsung. Beberapa hari setelah penertiban, lokasi tersebut dikabarkan kembali beroperasi. (Arh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *