KOLOM  

Malam 10 Asyura di Tegalkodo, Gotong Royong Warga Menghadirkan Bahagia Anak Yatim Piatu

Avatar photo

Bojonegoro, UpWarta.com – Tanggal 10 Muharram datang dengan ketenangan khasnya, membawa berkah yang terasa begitu nyata di Desa Tegalkodo, Kecamatan Bojonegoro, Kamis (25/6/2026) malam.

Sejak menjelang salat Isyak, jamaah laki-laki dan perempuan, pemuda, serta anak-anak berdatangan satu per satu menuju Masjid Baiturahman.

Tak ada undangan resmi yang mewajibkan, tak ada bantuan anggaran dari luar. Semua bergerak atas keikhlasan hati dan tradisi indah warga yang tak pernah lupa berbagi.

Dalam Islam, 10 Asyura menyimpan banyak kisah agung, di antaranya saat Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Firaun, kapal Nabi Nuh AS berlabuh dengan selamat, dan taubat Nabi Adam AS diterima Allah SWT.

Karena itu, malam 10 Asyura menjadi waktu yang diyakini penuh keberkahan. Puasa sunnahnya dipercaya dapat menghapus dosa setahun yang lalu, sedekahnya meluaskan rezeki, dan tradisinya dikenal luas sebagai “Lebaran Anak Yatim”.

Rangkaian ibadah diawali dengan salat Isyak berjamaah, dilanjutkan salat hajat dan salat taubat. Suasana semakin khusyuk saat istighosah dipimpin oleh Ustadz Junaidi.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh jamaah melantunkan wirid penolak bala, Hasbunallahu wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir sebanyak 70 kali.

“Siapa yang mengamalkannya, insyaallah terhindar dari bala dan kebutuhannya dicukupi sepanjang tahun,” pesannya.

Usai doa istighosah, tampak jelas kuatnya persaudaraan yang terjalin di tengah masyarakat desa. Ketua Takmir Masjid Baiturahman sekaligus perwakilan panitia, Muhamad Aniq Sajad, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga.

Ia menjelaskan bahwa dana yang terkumpul berasal murni dari swadaya masyarakat di seluruh RT. Awalnya terkumpul Rp8.006.500, kemudian bertambah melalui sumbangan lanjutan hingga mencapai Rp10.227.500 pada malam pelaksanaan.

“Seluruh dana tersebut disiapkan khusus untuk santunan anak yatim dan tidak digunakan untuk keperluan lainnya,” ujarnya.

Kepala Desa Tegalkodo, Tommy Listiyono, mengaku kagum melihat semangat gotong royong masyarakat.

“Ini bukan kali pertama. Baru sebulan lalu kita bahu-membahu menyukseskan kegiatan Diniyah dan shalawat akbar. Sekarang warga kembali bergerak bersama demi anak-anak yatim,” katanya.

Menurutnya, pemuda IPNU-IPPNU dan Remaja Masjid juga ikut berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan sumbangan. Hal itu menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong tumbuh dari masyarakat dan terus terpelihara hingga kini.

Saat santunan dibagikan, suasana di dalam masjid terasa semakin hangat. Cahaya lampu menerangi wajah-wajah teduh para jamaah, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak yatim piatu yang hadir dari Desa Tegalkodo, Sitiaji, Jumput, Purwoasri, Duyungan, dan Dusun Klangkrang.

Mata anak-anak tampak berbinar. Sesekali senyum merekah di wajah mereka ketika panitia dan tokoh masyarakat membagikan amplop santunan sambil mengusap kepala mereka sebagai bentuk kasih sayang.

Suasana haru bercampur syukur begitu terasa, diiringi lantunan sholawat Nabi yang bergema memenuhi ruang masjid.

Di tengah kehangatan itu, 10 Asyura tidak sekadar menjadi tanggal istimewa dalam kalender Islam. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan sesungguhnya terletak pada kebersamaan.

Di Desa Tegalkodo, tanpa menunggu perintah, warga saling mengulurkan tangan, berbagi rezeki, membahagiakan mereka yang membutuhkan, serta menjaga tali persaudaraan tetap erat.

Malam 10 Asyura menjadi saksi bahwa hati yang bersih dan semangat gotong royong mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu.

Penulis: Arif Rahman Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *