Bojonegoro UpWarta.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro di kantor DPC Gerindra, Selasa (23/6/2026).
Kunjungan tersebut membahas sejumlah agenda kepemiluan, mulai dari pemutakhiran data partai politik, evaluasi penataan daerah pemilihan (dapil), hingga persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPC Gerindra Bojonegoro, Sahudi, SE, MH, menyampaikan apresiasi kepada KPU Bojonegoro yang selama ini aktif memberikan informasi terkait berbagai tahapan kepemiluan kepada partai politik.
“Kami berterima kasih kepada KPU karena setiap ada perkembangan dan tahapan kepemiluan selalu memberikan informasi kepada partai politik. Dengan kunjungan ini kami berharap bisa menyinkronkan program-program KPU dengan agenda partai,” ujar Sahudi dalam sambutannya.
Meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, Sahudi menegaskan partainya sudah mulai melakukan persiapan sejak dini. Menurutnya, Gerindra Bojonegoro menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD dibandingkan hasil Pemilu 2024.
Pada Pemilu 2024, Gerindra berhasil meraih delapan kursi DPRD Bojonegoro dan menempatkan kadernya sebagai Wakil Ketua DPRD.
“Kami ingin mempertahankan delapan kursi yang ada dan menambah perolehan kursi di setiap daerah pemilihan. Target kami minimal bisa meraih 12 kursi pada Pemilu 2029,” tegasnya.
Sahudi juga mengungkapkan harapan agar Gerindra dapat meraih posisi pimpinan DPRD Bojonegoro pada periode mendatang.
“Kami optimistis dengan modal delapan kursi saat ini. Jika perencanaan dan kerja politik dilakukan secara maksimal, target 12 kursi sangat terbuka untuk dicapai,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Bojonegoro Roby menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan KPU RI dan KPU Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat komunikasi dengan partai politik.
Menurutnya, terdapat dua agenda utama yang disampaikan kepada partai politik, yakni pemutakhiran data partai politik yang dilakukan secara berkala setiap tahun serta evaluasi penataan daerah pemilihan.
“Ada dua hal yang kami sampaikan hari ini, pertama terkait pemutakhiran data partai politik dan kedua evaluasi penataan dapil. Saat ini masih menunggu regulasi lebih lanjut dari KPU RI,” jelas Roby.
Ia juga mengingatkan bahwa tahapan Pemilu 2029 diperkirakan mulai berjalan pada 2027 sehingga partai politik perlu mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
“Kalau melihat regulasi sebelumnya, tahapan pemilu dimulai sekitar 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. Karena itu sebenarnya waktu menuju Pemilu 2029 tidak terlalu lama,” ujarnya.
Usai kegiatan, Sahudi menyoroti pentingnya pemenuhan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam kepengurusan maupun pencalonan legislatif sebagaimana disampaikan KPU.
Menurutnya, Gerindra Bojonegoro siap memenuhi ketentuan tersebut dan menilai keterwakilan perempuan bukan sekadar memenuhi syarat administratif, melainkan memiliki peluang yang sama untuk memenangkan kontestasi politik.
“Kuota 30 persen perempuan bagi Gerindra bukan hanya formalitas. Kami memiliki kader perempuan yang terbukti mampu memenangkan pemilu dan berkontribusi di legislatif,” katanya.
Selain membahas keterwakilan perempuan, diskusi juga menyinggung kemungkinan evaluasi daerah pemilihan menjelang Pemilu 2029. Namun, keputusan terkait penataan dapil masih menunggu regulasi dan tahapan resmi dari KPU.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri jajaran komisioner KPU Bojonegoro, anggota Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro, serta pengurus DPC Partai Gerindra Bojonegoro. (SKM)
