BOJONEGORO UpWarta.com – Proyek pembangunan saluran drainase di Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, senilai Rp398.107.149,01 menuai sorotan warga.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Inata Kusuma Sakti itu dinilai belum menunjukkan hasil yang memuaskan dan diduga tidak sepenuhnya sesuai spesifikasi teknis.
Keluhan muncul setelah warga melihat langsung kondisi proyek di lapangan. Dari hasil pantauan pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, pemasangan U-Ditch terlihat tidak seragam.
Beberapa sambungan tampak renggang dan kurang presisi, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan.
Tak hanya itu, sejumlah material U-Ditch yang telah terpasang juga tidak terlihat memiliki stempel atau identitas pabrikan.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan warga mengenai asal-usul material yang digunakan dalam proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut.
“Sudah lama menunggu pembangunan, tapi hasilnya justru mengecewakan. Anggarannya besar, seharusnya kualitasnya juga bagus. Ini kan uang rakyat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Saat berada di lokasi, media ini juga tidak mendapati keberadaan konsultan pengawas maupun petugas dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro.
Sejumlah pekerja pun terlihat bekerja tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD), seperti sepatu keselamatan, yang merupakan bagian dari standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Dikonfirmasi terkait temuan tersebut oleh tim media, pihak CV Inata Kusuma Sakti menyebut material U-Ditch yang dipasang berasal dari pabrik.
“Itu dari pabrik, Mas. Pabriknya Pak Harto, monggo kalau mau ke pabrik,” ujarnya. Namun, pihak CV tidak menjelaskan lebih lanjut identitas Pak Harto maupun lokasi pabrik yang dimaksud.
Menanggapi tidak ditemukannya stempel pabrikan pada material di lokasi, pihak kontraktor menegaskan seluruh U-Ditch yang digunakan merupakan produk bermerek EB.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) DPKPCK Kabupaten Bojonegoro menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.
“Siap, segera kami tindak lanjuti,” ujarnya singkat. (Tim/Red).
