Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Segera Dibangun, Kontrak Proyek Ditarget Tuntas Pekan Ini

Avatar photo

JOMBANG upwarta.com– Kabar yang dinanti warga Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, akhirnya mulai menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan proses pembangunan Jembatan Bailey Kudubanjar memasuki tahap akhir administrasi, dengan penandatanganan kontrak pekerjaan ditargetkan selesai dalam pekan ini.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang melakukan survei lapangan bersama pemerintah desa untuk memastikan kondisi lokasi sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Perangkat Desa Kudubanjar, Supriyono, mengatakan tim dari Dinas Perkim telah meninjau langsung lokasi jembatan. Menurutnya, masyarakat kini tinggal menunggu dimulainya pekerjaan fisik setelah seluruh tahapan administrasi diselesaikan.
“Informasinya sudah 99 persen pasti. Tinggal menunggu pelaksanaan,” ujarnya, Kamis (16/7).
Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat. Sejak putus akibat bencana pada penghujung 2019, warga harus memanfaatkan jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan kegiatan sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengangkut hasil pertanian.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Jombang, Dian Kusuma Rahmad Subketi, mengungkapkan proses pengadaan telah memasuki tahap penunjukan penyedia. Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) telah diterbitkan kepada CV Bumi Nata Konstruksi pada 15 Juli 2026.
“Hari ini kami juga melakukan peninjauan lokasi bersama kepala desa. Tahapan berikutnya adalah penyelesaian administrasi sebelum kontrak ditandatangani,” jelas Dian.
Ia menambahkan, sebelum kontrak pekerjaan diteken, pihaknya akan lebih dulu mengajukan pendampingan kontrak sebagai upaya memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai ketentuan.
“Insya Allah sebelum berkontrak kami mengajukan pendampingan kontrak terlebih dahulu. Setelah proses itu selesai, kontrak segera ditandatangani. Target kami seluruh administrasi rampung paling lambat pekan ini,” katanya.
Pembangunan Jembatan Bailey Kudubanjar menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan warga. Sebelumnya, proyek tersebut sempat gagal direalisasikan pada 2025 meski telah dialokasikan anggaran sekitar Rp2,9 miliar. Dana tersebut kemudian menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebelum kembali dianggarkan dalam APBD Kabupaten Jombang Tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp3 miliar.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan konstruksi diperkirakan dapat segera dimulai. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan mampu memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan hasil pertanian, serta mengakhiri penantian warga yang telah berlangsung lebih dari enam tahun akibat terputusnya akses penghubung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *