Oleh: Arif Rahman Hakim
Kalau ada yang bertanya, “Malam Minggu tadi ke mana?” mungkin banyak warga bakal menjawab dengan santai, “Neng Pesona Kalipacal, lah!”
Ya, malam tadi (Sabtu, 18/7/2026), kawasan Car Free Night (CFN) Pesona Kalipacal di Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, kembali dipenuhi warga yang ingin menikmati suasana akhir pekan.
Sejak usai salat Isya, pengunjung mulai berdatangan. Ada yang datang bersama keluarga, nongkrong dengan teman, hingga sekadar ingin menikmati udara malam sambil berburu jajanan.
Suasana yang biasanya tenang perlahan berubah menjadi lautan manusia yang datang dengan satu tujuan, menikmati malam Minggu dengan cara yang berbeda.
Lampu-lampu yang menghiasi kawasan membuat suasana semakin hangat. Deretan stan UMKM dipadati pembeli. Aroma bakso, sate, pentol, jagung bakar, hingga aneka minuman segar bercampur menjadi “parfum” khas malam Minggu di Pesona Kalipacal.
Namun, magnet utama malam tadi tentu saja penampilan Seni Jaranan Rogo Kalimosodo. Begitu suara kendang dan gong bergema, penonton langsung merapat ke depan panggung.
Anak-anak berdiri di barisan depan dengan mata berbinar. Para orang tua menikmati alunan gamelan sambil bernostalgia, sementara anak-anak muda sibuk mengabadikan setiap momen. Kalau istilah sekarang, auto rekam, auto upload, semoga auto FYP.
Yang awalnya hanya berniat jalan-jalan, akhirnya betah berlama-lama. Yang datang ingin kulineran, pulangnya sekalian membawa hiburan.
Tepuk tangan dan sorak penonton bersahut-sahutan mengikuti setiap atraksi para pemain jaranan, Tim panitia yang di dukung pihak keamanan sigap menjaga ketertiban. Malam Minggu pun terasa semakin hidup.
Bukan hanya pengunjung yang dibuat senang. Para pelaku UMKM juga ikut merasakan berkahnya. Pembeli datang silih berganti, dagangan laris, dan roda ekonomi masyarakat ikut berputar.
Inilah ketika hiburan, budaya, dan ekonomi kerakyatan berjalan beriringan dalam satu ruang publik.
Melihat antusiasme warga yang terus meningkat, rasanya sayang jika potensi sebesar ini hanya berkembang berkat semangat masyarakat dan pemerintah desa.
Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan dukungan penuh, mulai dari penataan kawasan, peningkatan fasilitas, promosi wisata, hingga pembinaan bagi pelaku UMKM dan komunitas seni.
Dengan dukungan tersebut, Pesona Kalipacal memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan Bojonegoro.
Apalagi konsep yang ditawarkan bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi seniman lokal untuk berkarya, memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang, serta menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Pelan-pelan tapi pasti, Pesona Kalipacal mulai menemukan jati dirinya. Bukan sekadar lokasi Car Free Day atau Car Free Night, melainkan ruang publik yang mempertemukan hiburan, kuliner, UMKM, wisata, dan pelestarian budaya dalam satu kawasan.
Kalau setiap akhir pekan suasananya terus seperti ini, bukan tidak mungkin Pesona Kalipacal akan menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Bojonegoro.
Yang pasti, jika Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ikut memberikan dukungan penuh, rasanya tidak ada yang akan rugi. Justru semua akan merasakan manfaatnya.
UMKM di pedesaan semakin hidup, seniman lokal memiliki panggung untuk berkarya, wisata daerah semakin berkembang, dan masyarakat memiliki ruang berkumpul yang sehat, aman, serta menyenangkan.
Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari megahnya gedung atau panjangnya jalan yang dibangun.
Kemajuan daerah juga dinilai dari kemampuannya menghadirkan ruang publik yang hidup, menjaga budayanya tetap lestari, menggerakkan ekonomi rakyat, dan membuat masyarakatnya merasa bahagia.
Dan kalau melihat suasana malam tadi, Pesona Kalipacal sedang melangkah ke arah itu.
Jadi, kalau melihat perkembangannya, mungkin Tidak lama lagi, kalau nanti ada yang bertanya, “Malam Minggu enaknya ke mana?” jawabannya pasti. Gas… neng Pesona Kalipacal ae!
