PEMKAB  

Bupati Setyo Wahono: Ormas Jadi Mitra Strategis Wujudkan Bojonegoro Maju

Avatar photo

Bojonegoro UpWarta.com – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sinergi dengan ormas, salah satunya melalui penyaluran bantuan hibah.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Pembinaan, Penguatan Sinergi, dan Kemitraan Organisasi Kemasyarakatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan hibah secara simbolis kepada perwakilan ormas.

Setyo Wahono mengapresiasi kontribusi seluruh organisasi kemasyarakatan yang selama ini ikut menjaga kondusivitas sekaligus berperan dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

“Niat tulus dan ikhlas dari seluruh pengurus ormas merupakan modal utama untuk kemajuan masyarakat dan Kabupaten Bojonegoro. Pemkab Bojonegoro sebagai mitra akan terus memberikan dukungan, salah satunya melalui alokasi hibah daerah,” ujar Wahono.

Ia berharap bantuan hibah tersebut mampu meningkatkan kapasitas organisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Menurutnya, ormas diharapkan terus menghadirkan gagasan kreatif, semangat pengabdian, serta mendukung berbagai program pemerintah sesuai bidang masing-masing.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya peran ormas dalam menghadapi tantangan era digital. Ia meminta organisasi kemasyarakatan turut memperkuat wawasan kebangsaan bagi generasi muda sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Bojonegoro Amir Syahid mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai regulasi keormasan terbaru sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.

Amir menyebut saat ini terdapat 388 ormas di Kabupaten Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, sebanyak 277 ormas berstatus aktif, sedangkan 161 organisasi masih memerlukan proses validasi ulang.

“Ormas yang aktif terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan lembaga pembina. Kami mendorong peran aktif ormas dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah,” kata Amir. (Red)