Bojonegoro, UpWarta.com – Polemik pemberhentian relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, terus bergulir.
Setelah Mitra Pengelola SPPG Sitiaji, H. Sumarno, menyatakan bahwa pemberhentian relawan bukan dipicu karena tidak mengikuti aksi damai mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini salah satu relawan yang diberhentikan menyampaikan versinya.
Kepada UpWarta.com melalui pesan WhatsApp, Senin (13/7/2026), relawan tersebut membantah sejumlah alasan yang sebelumnya disampaikan H. Sumarno terkait dasar pemberhentian dirinya bersama rekan-rekannya.
Menurutnya, tudingan bahwa relawan tidak mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan dapur tidak sepenuhnya benar. Ia menyebut seluruh relawan memang tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Untuk kerja bakti dan bersih-bersih itu semua relawan tidak ikut. Yang dibersihkan saluran irigasi di belakang dapur. Kemungkinan yang bersih-bersih orang luar, bukan relawan. Semua relawan memang tidak ikut,” ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan membersihkan saluran irigasi tersebut tidak berkaitan langsung dengan standar operasional dapur, mengingat saat itu instalasi pengolahan air limbah (IPAL) belum tersedia.
Terkait kegiatan malam Nuzulul Quran, relawan tersebut mengaku justru hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, salat tarawih merupakan ibadah yang bersifat pribadi dan bukan bagian dari operasional dapur.
“Malam Nuzulul Quran saya datang. Apakah salat tarawih itu wajib bagi semua orang? Dan apakah itu masuk dalam operasional dapur?” katanya.
Ia juga membantah pernyataan bahwa relawan tidak mengikuti kegiatan pembagian takjil selama Ramadan. Menurutnya, seluruh relawan ikut terlibat dan dirinya memiliki dokumentasi sebagai bukti.
“Pembagian takjil semua ikut. Saya punya dokumentasi foto yang membuktikan saya dan teman-teman ikut. Bisa dibilang semua ikut,” tegasnya.
Sementara mengenai kegiatan halal bihalal, ia mengaku tidak pernah memahami kegiatan tersebut sebagai kewajiban yang harus diikuti seluruh relawan.
“Halal bihalal itu sebenarnya tidak jelas. Masa halal bihalal harus ke rumah Bu Mitroatin di Tambakrejo. Yang ikut hanya relawan perempuan. Menurut saya tidak logis kalau itu diwajibkan,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai keterkaitan Bu Mitroatin dengan operasional Dapur SPPG Sitiaji, relawan tersebut memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh.
“Gimana ya mas jelasinnya. Pasti sampean sudah tahu kenapa kok ada nama Bu Mitroatin,” ucapnya.
Terkait aksi damai mendukung keberlanjutan Program MBG yang sempat menjadi sorotan publik, ia mengakui memang tidak ikut.
Namun menurutnya, saat itu operasional dapur sedang dihentikan sementara sehingga ia mempertanyakan apakah aksi tersebut merupakan bagian dari tugas relawan.
“Untuk aksi demo memang saya tidak ikut karena saat itu dapur sedang dihentikan sementara. Apakah itu termasuk kegiatan dalam petunjuk teknis sehingga yang tidak ikut harus dipecat?” katanya.
Relawan tersebut juga mengaku tidak pernah menerima surat peringatan secara resmi sebelum diberhentikan.
“Saya tidak pernah tahu kesalahan saya di mana. SP 1 sampai SP 3 dalam bentuk tertulis secara resmi pun saya tidak pernah menerima,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan pengelola dapat mengedepankan komunikasi dengan para relawan dan tidak mudah mengancam pemberhentian.
“Harapan saya ke depan, pengelola atau mitra jangan sedikit-sedikit bilang pecat kepada relawan. Kasihan relawan terus merasa diintimidasi saat ada kegiatan di luar operasional dapur. Relawan diminta loyal kepada mitra, tetapi mitra juga harus memberikan contoh loyalitas yang baik kepada relawan,” tuturnya.
Sebelumnya, Mitra Pengelola SPPG Sitiaji, H. Sumarno, menyatakan bahwa pemberhentian relawan bukan disebabkan karena mereka tidak mengikuti aksi damai mendukung Program MBG.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah persoalan kedisiplinan, di antaranya beberapa kali tidak mengikuti kegiatan internal tanpa izin maupun konfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, polemik terkait pemberhentian relawan SPPG Sitiaji masih terus bergulir. UpWarta.com tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pihak terkait lainnya.
Penulis: Arif Rahman Hakim
