JOMBANG upwarta.com– Kasus penemuan jenazah pria di aliran sungai wilayah Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, pada Minggu (12/4/2026), akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian. Korban diketahui bernama Anang Sularso (33), warga Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Setelah menghabisi korban, pelaku kemudian membuang jasad korban ke aliran Sungai Brantas, hingga akhirnya terbawa arus dan ditemukan di wilayah Jombang.
“Korban diduga dibunuh di Kediri, kemudian jasadnya dibuang ke Sungai Brantas. Arus sungai membawa tubuh korban hingga ditemukan di wilayah Megaluh, Jombang,” ujar AKP Dimas.
Penemuan mayat di sungai tersebut sempat menggegerkan warga sekitar karena kondisi korban menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.
Hasil autopsi mengungkap adanya luka serius akibat benda tajam di bagian leher dan wajah korban. Luka di leher bahkan menyebabkan putusnya pembuluh darah utama yang menjadi penyebab kematian.
“Dari hasil autopsi, ditemukan luka akibat benda tajam di leher dan wajah. Penyebab kematian adalah luka pada leher yang memutus pembuluh darah utama,” jelas AKP Dimas.
Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan Slamet Mahmudi (43), warga Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, sebagai pelaku utama pembunuhan. Polisi juga mengamankan Mohamad Abdul Mutolib (36), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang diduga turut membantu pelaku dalam membuang barang bukti ke sungai.
Motif pembunuhan diduga kuat karena persoalan asmara. Pelaku merasa cemburu dan tidak terima karena korban diduga memiliki kedekatan dengan perempuan yang merupakan pasangan pelaku.
“Pelaku tidak terima karena korban diduga mendekati perempuan yang merupakan pasangan pelaku, sehingga muncul motif cemburu yang berujung pada tindakan pembunuhan,” tegasnya.
Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya peran pihak lain. (Yuw)
