Acara Sosialisasi “Sowan” Bojonegoro Gabungkan Silaturahmi dan Halalbihalal Jamaah Haji

Avatar photo

BOJONEGORO, UpWarta.com – Kegiatan sosialisasi untuk membumikan toleransi, merawat kebhinekaan, dan memperkokoh persatuan digelar pada hari Sabtu (28/3/2026) di Hotel Dewarna, Jalan Veteran Kabupaten Bojonegoro.

Acara yang merupakan bagian dari program “Sowan” (Sosialisasi Dewan) DPRD Provinsi Jawa Timur ini juga dijadikan ajang silaturahmi serta halalbihalal idul Fitri 1447 H bagi jamaah haji KBIH Madani angkatan 2025.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto, Ketua KBIH Madani, Sholikin Jamik beserta kader partai demokrat.

Dalam sambutanya, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa program Sowan merupakan inisiasi DPRD Jawa Timur untuk memfasilitasi anggota dewan bertemu langsung dengan konstituen.

“Kami bisa mengundang siapa saja konstituennya secara bebas, sehingga bisa bersilaturahmi dan menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.

Acara ini juga merupakan wujud dari usulan untuk berkumpul bersama seluruh jamaah haji Madani 2025, setelah sebelumnya hanya bertemu secara per rombongan.

“Kemarin saya usulkan untuk bertemu bareng seluruh angkatan, akhirnya terwujud dan digabung dengan acara sosialisasi ini,” tambahnya.

Syukur Priyanto menambahkan bahwa program Sowan bertujuan agar masyarakat tidak hanya mengenal anggota dewan dari nama atau foto di baliho, namun bisa bertemu langsung.

“Kami di sini adalah pelayan masyarakat. Silakan sampaikan aspirasi atau masukan terkait pembangunan Jawa Timur, khususnya Bojonegoro dan Tuban,” ujarnya sambil menyampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faizin dan mohon maaf lahir dan batin.

Ketua Pengadilan Agama Bojonegoro Sholikin Jamik yang juga Ketua KBIH Madani Bojonegoro menyampaikan pesan penting tentang pentingnya memaafkan dalam ajaran Islam.

Ia menjelaskan bahwa ibadah seperti shalat dan puasa akan sulit diterima jika masih menyimpan rasa sakit hati terhadap sesama.

“Jika ada orang yang salah terhadap kita namun belum meminta maaf, sangat baik jika kita yang lebih dulu memberi maaf. Jika tidak bisa, minimal ketika mereka datang meminta maaf, kita mau menerima dan memaafkannya. Jangan sampai kita masuk kategori yang tidak mau memaafkan meskipun sudah diminta,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa silaturahmi yang menghubungkan hati akan membawa keberkahan dan memperkokoh tali persaudaraan antar masyarakat. (SKM/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *