Bojonegoro — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui jaringan BRILink terbukti membantu pelaku usaha mebel di Kabupaten Bojonegoro untuk terus tumbuh dan bersaing.
Akses permodalan yang lebih mudah membuat para pengrajin kayu mampu meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar.
Salah satu penerima manfaat adalah Sutrisno, pemilik usaha mebel di Kecamatan Kapas. Ia mengaku usahanya mengalami peningkatan sejak mendapatkan KUR melalui agen BRILink di desanya. “Dulu modal saya terbatas, produksi cuma sedikit. Setelah dapat KUR, saya bisa beli bahan baku lebih banyak dan menambah alat kerja,” ujarnya.
Menurut Sutrisno, proses pengajuan KUR melalui BRILink juga relatif cepat dan tidak ribet. Agen BRILink membantu mulai dari pengisian data hingga pengumpulan berkas. “Kami yang di desa jadi merasa lebih dekat dengan layanan bank. Tidak perlu jauh-jauh ke kantor BRI di kota,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Sulastri, agen BRILink setempat. Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM, khususnya usaha mebel, yang kini lebih berani mengembangkan usahanya karena adanya dukungan permodalan. “Kami mendampingi warga agar paham cara mengakses KUR. Tujuannya supaya usaha mereka naik kelas,” katanya.
Data menunjukkan, sektor mebel dan kerajinan kayu di Bojonegoro memiliki potensi besar karena ketersediaan bahan baku dan keterampilan warga. Dengan tambahan modal dari KUR, para pengusaha bisa memperbaiki kualitas produk, meningkatkan desain, serta menjangkau konsumen di luar daerah.
Pemerintah daerah pun mengapresiasi peran BRI dan BRILink dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Sinergi antara perbankan, agen BRILink, dan pelaku usaha dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan KUR melalui BRILink, usaha mebel di Bojonegoro tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
