Kirab Pusaka Ki Andongsari, Jalanan Desa Ledok Berubah Menjadi Lorong Sejarah

Avatar photo

Bojonegoro, UpWarta.com – Minggu (5/7/2026), Siang sekitar pukul 02:00 wib tadi matahari di Kabupaten Bojoegoro sedang  galak-galaknya, Teriknya bikin orang berpikir dua kali untuk keluar rumah.

Tapi di Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Kecanatan kota Bojonegoro cuaca panas rupanya bukan lawan. Jalanan justru dipenuhi warga yang ingin menyaksikan satu tradisi yang selalu ditunggu setiap tahunnya, Kirab Pusaka Ki Andongsari.

Biasanya, ruas jalan ini hanya dipadati sepeda motor, sepeda, dan warga yang berlalu-lalang mengejar aktivitas sehari-hari. Tetapi Minggu siang tadi  suasananya benar-benar berbeda.

Jalanan mendadak seperti mesin waktu. Siapa pun yang berdiri di tepinya seolah diajak menengok kembali kisah Ki Andongsari dan warisan leluhur yang hingga kini tetap dijaga.

Dari kompleks makam Ki Andongsari, sembilan pusaka mulai diberangkatkan setelah secara simbolis dilepas oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Para pembawa pusaka melangkah perlahan dengan penuh penghormatan.

Di belakang mereka, iring-iringan andong yang membawa para tokoh masyarakat, termasuk Wakil Bupati Bojonegoro, disusul barisan panjang warga yang mengular di sepanjang jalan.

Anak-anak tampak antusias melambaikan tangan, para ibu sibuk mengabadikan momen dengan telepon genggam, bapak-bapak berjalan tegap, sementara para sesepuh tetap setia mengawal jalannya tradisi.

Pemandangan seperti ini hanya hadir setahun sekali. Tak heran jika banyak warga rela berdiri berjam-jam di bawah terik matahari. Toh, panasnya bisa hilang setelah mandi. Tetapi jika melewatkan kirab ini, mereka harus bersabar menunggu satu tahun lagi.

Yang menarik, kirab ini bukan sekadar mengarak benda-benda kuno. Kalau hanya memindahkan barang, mobil bak terbuka pun bisa melakukannya. Yang sesungguhnya sedang diarak adalah cerita, nilai, dan warisan yang terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sembilan pusaka yang dikirabkan terdiri dari Tumbak Godong Andong, Tumbak Gagak Cemani, Pedang Cekik, Tongkat Galeh Kelor, Tongkat Menjalin Bang, Tongkat Menjalin Porong, Rompi Onto Kusumo, Slempang Kebesaran, dan Kentrung.

Bagi masyarakat Ledok, benda-benda itu bukan sekadar koleksi tua. Masing-masing menyimpan kisah, makna, dan doa yang terus hidup di tengah masyarakat.

Sepanjang rute kirab, jalanan berubah menjadi pesta budaya. Perwakilan setiap RT tampil dengan beragam kreasi. Ada yang mengenakan busana adat, membawa atribut budaya, hingga berjalan kompak menyapa warga yang memenuhi sisi kanan dan kiri jalan.

Yang paling terasa bukan hanya kemeriahan acaranya, melainkan suasana guyub yang begitu kental. Orang-orang yang sehari-hari disibukkan oleh pekerjaan dan rutinitas, siang tadi berjalan berdampingan tanpa memandang usia, profesi, maupun status sosial. Semua melebur menjadi satu keluarga besar bernama warga Ledok.

Kirab Pusaka Ki Andongsari kini telah menjadi agenda budaya tahunan yang selalu dinanti. Setiap kali digelar, tradisi ini tak pernah kehilangan pesonanya.

Ia menjadi pengingat bahwa sebuah wilayah Desa bukan hanya kumpulan rumah, melainkan juga kumpulan cerita yang terus dirawat agar tidak hilang ditelan zaman.

Puncak kirab turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersama jajaran Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon. Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi dan dukungan terhadap masyarakat yang terus melestarikan warisan budaya leluhur.

Sebagai orang yang ikut menyaksikan langsung, saya pulang membawa satu kesan sederhana.

Kirab ini bukan sekadar tentang sembilan pusaka. Bukan pula hanya sebuah pawai budaya. Lebih dari itu, kirab ini adalah tentang sebuah masyarakat yang tetap setia merawat ingatan kolektifnya, agar anak cucu kelak tetap tahu dari mana mereka berasal.

Di tengah zaman yang bergerak semakin cepat, warga Ledok memberikan pelajaran sederhana, sesekali menoleh ke belakang bukan berarti mundur. Justru dari sanalah kita menemukan arah untuk melangkah lebih mantap ke masa depan.

Penulis: Arif Rahman Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *