BERITA  

Motor, Helm, dan Mesin EDC: Agen BRILink Bojonegoro yang Keliling Desa

Avatar photo

BOJONEGORO — Kalau biasanya ATM berdiri diam, yang satu ini justru bergerak. Di Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, seorang agen BRILink bernama Rudi Hartono (35) mengubah motornya menjadi “bank keliling”. Helm di kepala, tas kecil berisi mesin EDC di punggung, ia berkeliling desa melayani warga yang butuh tarik tunai, setor, hingga transfer—langsung dari pinggir sawah, warung kopi, bahkan pos ronda.

“Ide ini muncul karena banyak warga yang jauh dari jalan utama. Kalau menunggu mereka datang, kasihan. Jadi saya yang datang,” kata Rudi sambil tersenyum. Setiap pagi selepas subuh, ia memulai rute: dari dusun paling ujung, singgah di rumah lansia, lalu mampir ke lapak sayur dan peternak ayam. Di siang hari, ia berhenti di pasar desa. Sore menjelang magrib, pos terakhir biasanya warung kopi tempat anak muda nongkrong.

Yang unik, Rudi memberi kode bunyi klakson khusus dua kali pendek, satu kali panjang sebagai tanda “BRILink datang”. Warga pun hafal. Begitu bunyi itu terdengar, beberapa orang keluar rumah membawa kartu ATM dan buku catatan kecil berisi kebutuhan transaksi.

“Kalau mau kirim uang ke anak di kota, tinggal tunggu Mas Rudi lewat,” ujar Sumarni (56), warga setempat. Ia mengaku tak perlu lagi naik ojek 25 menit ke bank. Hemat waktu, hemat biaya.
Bagi Rudi, BRILink bukan sekadar tambahan penghasilan dari komisi. “Saya senang karena bisa bantu orang tua dan petani yang repot ke kota. Rasanya seperti jadi penghubung desa dengan dunia luar,” katanya.

Model “BRILink keliling” ini menjadikan inklusi keuangan benar-benar sampai ke pintu rumah warga. Dari motor sederhana dan mesin kecil di tas, layanan bank menjelma lebih manusiawi, mendekat, menyapa, dan menguatkan ekonomi desa Bojonegoro dengan cara yang tak biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *