Dinamika PSHT Madiun Raya, Loyalis Desak PB IPSI Tinjau Surat di Tengah Proses Hukum

Avatar photo

MADIUN, upwarta.com — Loyalis Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Madiun Raya menyampaikan pernyataan sikap dalam Apel Siaga di Padepokan Agung PSHT, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kesempatan itu, mereka meminta Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia meninjau kembali surat terkait keabsahan kepengurusan PSHT.

Koordinator Loyalis PSHT Madiun Raya, Puguh Tri Prayogo, mengatakan permintaan tersebut didasarkan pada masih berlangsungnya sejumlah proses hukum. Ia menegaskan seluruh pihak perlu menghormati mekanisme hukum dan organisasi guna menjaga ketertiban serta mencegah potensi konflik di masyarakat.

“Kami meminta PB IPSI meninjau kembali surat keabsahan kepengurusan PSHT karena masih ada proses hukum berjalan. Semua pihak harus menghormati hukum dan tidak mengambil langkah yang memicu kegaduhan,” ujarnya.

Surat yang dimaksud adalah Surat PB IPSI Nomor 23/KH/IV/2026 tertanggal 9 April 2026. Loyalis menilai penerbitan kebijakan di tengah proses hukum berpotensi menimbulkan ketidakpastian serta memunculkan persepsi keberpihakan terhadap salah satu pihak.

Mereka menyebut sengketa badan hukum PSHT masih dalam tahap banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. Selain itu, terdapat gugatan di Pengadilan Negeri Bale Bandung terhadap notaris yang membuat akta pendirian badan hukum PSHT versi kepengurusan Muhammad Taufiq.

Selain itu, Loyalis PSHT Madiun Raya juga mendorong aparat kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan intimidasi di tempat latihan Ranting Saradan. Mereka meminta proses penegakan hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan berkeadilan.
Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah, mereka menegaskan bahwa setiap kegiatan di Padepokan Agung PSHT di Jalan Merak Nomor 10 dan 17, Kota Madiun, harus melalui koordinasi dan persetujuan pengurus pusat sesuai aturan organisasi.

Loyalis juga menyatakan dukungan kepada Kang Mas Drs. H. R. Moerdjoko H.W. sebagai Ketua Umum dan Kang Mas H. Issoebijantoro, S.H. sebagai Ketua Dewan Pusat hasil Parapatan Luhur PSHT pada Februari 2026.
Menjelang bulan Suro 2026, mereka mengimbau seluruh warga PSHT dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi. Loyalis menyatakan siap bersinergi dengan aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Bulan Suro harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan, bukan konflik,” kata Puguh.

Pernyataan sikap ditutup dengan komitmen menjaga marwah organisasi, menegakkan hukum, dan mendukung terciptanya ketertiban di Madiun Raya.(jti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *