BOJONEGORO UpWarta.com – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menjaga lingkungan. Ajakan itu disampaikan saat memimpin Apel Bersama Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkai dengan Gerakan Indonesia Asri di kawasan sumber mata air (Sendang) Desa Kunci, Kecamatan Dander, Rabu (10/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wahono menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan tantangan nyata yang saat ini sudah dirasakan masyarakat melalui cuaca ekstrem, banjir, hingga kekeringan.
“Gerakan Indonesia Asri adalah wujud gotong royong kita. Agenda ini tidak sekadar seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas,” kata Wahono.
Menurut Wahono, menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan sehari-hari. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi dan air, memilah sampah, hingga menanam pohon dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan melalui penguatan ekonomi hijau, tata kelola sampah, peningkatan ruang terbuka hijau (RTH), serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi alam.
Sebagai simbol dimulainya gerakan penghijauan berkelanjutan, Wahono menyerahkan bibit buah matoa kepada Kepala Desa Kunci. Bibit tersebut diharapkan menjadi pemicu gerakan menanam pohon di kawasan tangkapan air maupun lingkungan permukiman warga.
“Kita harus mewariskan mata air yang tetap mengalir dan udara yang bersih bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama. Seluruh peserta melakukan penanaman pohon di sekitar kawasan sumber mata air dan membersihkan kolam Sendang Kunci.
Kegiatan ini diikuti unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam, pelajar, hingga masyarakat sekitar. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan sumber daya air dan lingkungan hidup.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata.
Melalui Gerakan Bojonegoro ASRI, pihaknya ingin menegaskan bahwa persoalan sampah, ketersediaan air, dan perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam menjaga lingkungan,” ujar Luluk.
Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini bertujuan menjaga kelestarian sumber mata air, mempertahankan fungsi kawasan resapan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem sumber daya air.
Menurut Luluk, Sendang Kunci memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan masyarakat sehingga keberadaannya harus dijaga agar tetap bersih, sehat, dan terhindar dari pencemaran.
“Sendang Kunci merupakan anugerah dari Allah SWT sekaligus sumber kehidupan masyarakat. Jangan membuang sampah di sekitar sumber mata air dan mulailah memilah sampah dari rumah. Apa yang kita jaga hari ini akan menjadi manfaat besar bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Arh)
