Bojonegoro UpWarta.com – Ratusan warga Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memadati lokasi Pemakaman Desa Trucuk untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi pada Jumat Pon (10/7/2026) pagi.
Kegiatan tahunan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus doa bersama bagi para leluhur yang telah berjasa membuka dan membangun desa.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Muhammad Subadri, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Sedekah Bumi setiap tahun.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta mendoakan para leluhur yang telah dimakamkan di Desa Trucuk.
“Alhamdulillah, setiap tahun partisipasi masyarakat terus meningkat. Ini menunjukkan kesadaran warga untuk tetap melestarikan budaya sekaligus mendoakan para leluhur,” ujarnya.
Muhammad Subadri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa, RT, RW, BPD hingga warga yang bergotong royong menyukseskan rangkaian kegiatan, termasuk pengajian dan selawatan yang digelar sehari sebelumnya.
Ia berharap tradisi Sedekah Bumi terus dipertahankan dan dikembangkan melalui musyawarah bersama agar setiap tahun dapat berlangsung lebih baik.

Sementara itu, Kepala Desa Trucuk Sunoko, S.Sos., S.H., NLP, mengajak masyarakat mensyukuri nikmat Allah SWT melalui tradisi Sedekah Bumi yang telah diwariskan para leluhur.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat Desa Trucuk, sekaligus mengirim doa kepada para pendahulu, ahli kubur, serta cikal bakal berdirinya Desa Trucuk.
“Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas bumi yang menjadi tempat hidup kita. Melalui kegiatan ini, kita juga memanjatkan doa untuk para leluhur dan memohon keselamatan bagi seluruh warga Desa Trucuk,” kata Sunoko.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan tahlil kubro dan doa bersama yang dipimpin KH Muhammad Ngatno Abdul Rozak. Dalam tausiyah singkatnya, ia mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat kehidupan serta menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.
Suasana berlangsung khidmat. Warga dari berbagai kalangan tampak mengikuti rangkaian acara dengan tertib sebelum menikmati hidangan yang telah disiapkan sebagai bagian dari tradisi Sedekah Bumi.
Tradisi Sedekah Bumi sendiri merupakan salah satu warisan budaya yang masih lestari di Desa Trucuk.
Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil bumi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan Desa Trucuk hingga berkembang seperti sekarang. (SKM).
