Bojonegoro, UpWarta.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 246 kasus kebakaran terjadi sepanjang tahun 2025.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro, Siswoyo, melalui informasi resmi yang dirilis di web berita Kominfo Kabupaten Bojonegoro yang terbuat pada tanggal 31 Desember 2025.
Menurut Siswoyo, penyebab kebakaran yang ditangani pihaknya meliputi beberapa faktor utama, yaitu konsleting listrik, kebocoran LPG, serta kelalaian saat menggunakan api baik untuk memasak maupun membakar sampah.
Selain penanganan kebakaran, sepanjang tahun 2025 Damkarmat Bojonegoro juga menangani aduan masyarakat terkait penyelamatan non-kebakaran sebanyak 2.017 kejadian.
“Aduan tersebut didominasi oleh penanganan ular, sarang tawon, dan pohon tumbang. Selain itu, terdapat juga 65 kejadian penyelamatan untuk pelepasan cincin yang terjepit,” jelasnya.
Siswoyo menjelaskan bahwa koordinasi dan respon yang baik dalam setiap penanganan menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa.
Adapun untuk mendukung hal tersebut, Damkarmat Bojonegoro memiliki total 10 pos pemadam yang tersebar merata di seluruh wilayah kabupaten.
Kemudian, dalam hal kecepatan tanggap, kinerja Damkarmat Bojonegoro patut diacungi jempol. Rata-rata waktu tanggap (Response Time) untuk kasus kebakaran tercatat sebesar 9 menit 30 detik.
“Prestasi ini juga tercermin dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai nilai 96,91 dengan penilaian Kinerja Unit Pelayanan kategori Sangat Baik.”bebernya
Pihaknya juga telah berintegrasi secara lintas sektor dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro dan Posko Siaga Cepat (PSC) 119 Bojonegoro melalui aplikasi SIGAP PLUS yang dapat diunduh di PlayStore.
“Kami menghimbau kepada seluruh warga untuk selalu menyimpan nomor layanan kegawatdaruratan dan segera melapor jika menemukan kejadian atau potensi bahaya,” ujar Siswoyo.
“Namun yang paling utama adalah untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, harap warga lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan penggunaan api sehari-hari,” pungkasnya. (Red).

