BERITA  

Produk UMKM Kelor Binaan BRI KAPAS Tembus Pasar Sehat, Warga Makin Dilirik

Avatar photo

Bojonegoro – Produk olahan daun kelor dari UMKM binaan BRI melalui program KAPAS (Klaster Pangan Sejahtera) kian mencuri perhatian pasar. Beragam varian seperti teh kelor, serbuk kelor, hingga camilan sehat berbasis kelor kini tak hanya laku di pasar lokal, tetapi mulai merambah penjualan daring.

Kelor dikenal sebagai “superfood” karena kaya nutrisi, mulai dari vitamin A, C, kalsium, zat besi, hingga antioksidan. Melihat potensi itu, para pelaku UMKM di Kecamatan Kapas mengolah daun kelor menjadi produk bernilai tambah. Dengan pendampingan BRI KAPAS, proses produksi ditata lebih higienis, kemasan diperbaiki, serta strategi pemasaran diperluas.

Salah satu pelaku UMKM, Siti Aminah, mengatakan usahanya berkembang pesat sejak bergabung dalam klaster binaan. “Dulu saya hanya menjual kelor segar. Setelah dibina BRI, saya belajar mengolah jadi teh dan bubuk. Sekarang pesanan datang dari luar kota,” ujarnya.

Menambahkan, Rudi Hartono, bahwa penguatan UMKM dilakukan dari hulu ke hilir. “Kami tidak hanya membantu akses permodalan, tapi juga pelatihan produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital. Tujuannya agar produk UMKM punya daya saing,” jelasnya.

Dari sisi konsumen, minat terhadap produk kelor terus meningkat seiring tren hidup sehat. Nur Aisyah, warga Bojonegoro, mengaku rutin membeli teh kelor produksi UMKM Kapas. “Rasanya enak dan khasiatnya terasa. Saya lebih suka produk lokal karena kualitasnya bagus dan harganya terjangkau,” katanya.

Ke depan, BRI KAPAS mendorong UMKM kelor untuk memperluas jaringan distribusi dan mengurus legalitas seperti PIRT dan halal. Dengan begitu, produk kelor Kapas diharapkan bisa menembus pasar ritel modern dan menjadi ikon pangan sehat dari Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *