Bupati Warsubi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Jombang, Tekankan Integritas dan Akurasi Data

Avatar photo

JOMBANG upwarta.com– Mendukung suksesnya program nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026, Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., resmi membuka pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Jombang yang digelar di Hotel Yusro Jombang, Jumat (29/5/2026).

Sebanyak 1.217 peserta mengikuti pelatihan tersebut dan terbagi dalam 48 kelas yang pelaksanaannya dibagi menjadi lima gelombang hingga 12 Juni 2026 mendatang.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Bupati Warsubi, S.H., M.Si., didampingi jajaran Forkopimda Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang Mouna Sri Wahyuni, S.Si., M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi, S.H., M.Si., menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional penting yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali guna memotret kondisi riil perekonomian masyarakat, khususnya sektor nonpertanian.

Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar utama dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional untuk satu dekade ke depan.

“Kami menyadari keberhasilan sensus ini berada di tangan para petugas lapangan sebagai ujung tombak. Data SE 2026 yang berkualitas akan menjadi landasan perencanaan pembangunan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jombang,” ujar Warsubi.

Bupati juga memberikan sejumlah pesan penting kepada seluruh peserta pelatihan agar menjaga profesionalisme, kejujuran, serta integritas dalam menjalankan tugas pendataan di lapangan.

Ia menekankan agar petugas tidak melakukan manipulasi maupun perkiraan data tanpa melakukan verifikasi langsung kepada responden.

Selain itu, Warsubi meminta para petugas mengedepankan sikap ramah dan santun saat berinteraksi dengan masyarakat serta memanfaatkan masa pelatihan secara maksimal agar mampu mengoperasikan perangkat pencacahan dengan baik.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Jombang Mouna Sri Wahyuni, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis di tengah perubahan besar lanskap ekonomi pascapandemi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital, industri kreatif, dan munculnya UMKM baru di Kabupaten Jombang menjadi faktor penting yang harus dipetakan secara akurat.

“Data ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi menjadi pijakan dan kompas kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Terlebih Jombang saat ini tengah menyiapkan kawasan industri baru sehingga pemetaan ekonomi menjadi sangat penting,” jelas Mouna.

Ia juga mengingatkan seluruh calon petugas sensus agar bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menghindari praktik pendataan asal-asalan.

“Jaga integritas. Catat apa adanya, bukan ada apanya. Jangan mengira-ngira data di atas meja. Datangi langsung responden dan gali data berkualitas dengan komunikasi yang baik serta keramahan khas Kota Santri,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, BPS Jombang turut mengapresiasi dukungan pengamanan dari Polres Jombang dan Kodim 0814/Jombang guna memberikan rasa aman bagi para petugas selama proses pendataan di lapangan.

Ketua Panitia Pelatihan, Amat Alamin Wafa, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Metode pembelajaran yang diterapkan menggunakan sistem hybrid melalui Learning Management System (LMS) dan tatap muka langsung.

“Untuk gelombang pertama yang dibuka hari ini diikuti 255 peserta yang terbagi dalam 10 kelas. Kami berharap pelatihan ini mampu melahirkan petugas lapangan yang kompeten, terlatih, dan handal demi menghasilkan data ekonomi Indonesia yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *