Puasa sebagai Pendidikan solídaritas Sosial

Avatar photo
Drs. H. Sholikin Jamik, SH.MH. Ketua KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro

Oleh : H. Sholikin Jamik
Ketua KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro

Puasa merupakan madrasah ruhani yang melatih kepekaan sosial secara berkelanjutan. Selama bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal sosial seperti sedekah, infak, dan memberi makan orang yang berbuka puasa. Rasulullah SAW memberikan teladan terbaik dalam hal ini. Ibnu Abbas r.a. berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kedermawanan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa puasa seharusnya meningkatkan kepedulian sosial, bukan justru melahirkan sikap individualistis. Ibadah puasa mendidik umat Islam agar senantiasa berbagi dan memperhatikan kebutuhan sesama, terutama mereka yang kurang mampu.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun” (HR. At- Tirmidzi).

Hadits ini menunjukkan bahwa Islam sangat mendorong terbentuknya solidaritas sosial melalui ibadah puasa.

Salah satu bukti nyata bahwa puasa memiliki dimensi sosial yang kuat adalah kewajiban zakat fitrah. Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap Muslim yang mampu sebagai bentuk kepedulian terhadap fakir miskin. Tujuan zakat fitrah bukan hanya menyucikan jiwa orang yang berpuasa, tetapi juga memastikan bahwa kaum dhuafa dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin” (HR. Abu Dawud).

Hadits ini menegaskan bahwa puasa yang sempurna adalah puasa yang disertai kepedulian sosial dan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *