Ketua SMSI Jatim Dorong Mahasiswa Ilmu Politik UNESA Kuasai Teknologi dan AI

Avatar photo

Surabaya, UpWarta.com – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur, Sokip, menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi mahasiswa Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Diskusi Bersama Mitra (Stakeholder) yang digelar Program Studi Ilmu Politik UNESA, Rabu (15/7).

Dalam forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Sokip menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi.

Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat.

“Memiliki kemampuan teknologi menjadi hal yang wajib bagi teman-teman mahasiswa Ilmu Politik di tengah derasnya arus informasi. Selain mampu menjadi filter informasi, mereka juga harus memiliki kemampuan analisis hingga mampu memproduksi konten secara cepat dan tepat,” ujar Sokip.

Menurutnya, perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Mahasiswa perlu beradaptasi agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin mengandalkan teknologi digital.

Sebagai bentuk dukungan, SMSI Jawa Timur menyatakan siap menjalin kolaborasi dengan Program Studi Ilmu Politik UNESA. Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi, jurnalistik, serta produksi konten digital.

Forum diskusi tersebut menjadi bagian dari penyusunan dan pengembangan kurikulum Program Studi Ilmu Politik UNESA agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain SMSI Jawa Timur, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan DPRD Jawa Timur, DPRD Kota Surabaya, KPU, Bawaslu, Kesbangpol Jawa Timur, pemerintah daerah, dan berbagai mitra lainnya.

Koordinator Program Studi Ilmu Politik UNESA, Dr. Mochamad Arif Affandi, S.IP., M.Si., menyatakan seluruh masukan dari para stakeholder akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum agar menghasilkan lulusan yang adaptif, memiliki kemampuan analisis, komunikasi publik, literasi digital, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. (Arh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *