Bojonegoro UpWarta.com – Sebanyak 721 mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak para mahasiswa menjadi duta promosi potensi desa, khususnya kawasan hutan selatan Bojonegoro.
KKN Tematik 2026 mengusung tema “Sustainable Forest, Sustainable Life: Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Hutan Selatan Bojonegoro”. Program tersebut berlangsung selama Juli hingga Agustus 2026 dengan lokasi pengabdian di 21 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Bupati Setyo Wahono mengapresiasi tema yang diangkat Unigoro. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia berharap para peserta KKN aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan, mata air, tanah, serta kelestarian iklim. Selain itu, hasil kegiatan di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan kajian yang bermanfaat bagi penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Angkat potensi lokal setiap desa dan bantu promosikan melalui media sosial, khususnya kawasan hutan selatan Bojonegoro. Sinergikan pula seluruh program kerja dengan pemerintah desa dan kecamatan,” pesan Setyo Wahono.
Tak hanya menggelar KKN di dalam negeri, Unigoro juga memberangkatkan 10 mahasiswa untuk mengikuti KKN Internasional di Thailand. Program ini diharapkan menjadi sarana memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mengenalkan potensi Bojonegoro ke tingkat internasional.
Salah satu peserta KKN Internasional, Nanang Kaerudin, mahasiswa Program Studi Manajemen Ritel Fakultas Ekonomi semester enam asal Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, mengaku bangga mendapat kesempatan tersebut.
“Saya sangat senang bisa mengikuti KKN Internasional. Ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan, memperoleh pengalaman baru, mengenal budaya negara lain, sekaligus membawa nama baik Unigoro dan Bojonegoro. Saya juga ingin belajar banyak dari masyarakat di Thailand dan memperkenalkan potensi daerah kami kepada dunia,” ujar Nanang. (Red)
