Bojonegoro, UpWarta.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro mengeluarkan program peminjaman Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang dapat diakses secara gratis, dengan tujuan mendorong peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut. Program ini dirancang agar sarana pendukung produksi dapat dijangkau dengan mudah dan transparan, tanpa beban biaya sewa bagi para petani.
Beberapa jenis alsintan yang dapat dipinjam antara lain Traktor Roda 4, Combine Harvester, dan drone sprayer. Proses pengajuan dirancang sederhana untuk menghindari birokrasi yang rumit, dengan fokus utama memastikan alat tersedia bagi mereka yang benar-benar membutuhkan pada waktu yang tepat.
“Program peminjaman alsintan ini tidak dipungut biaya. Petani atau kelompok tani cukup mengajukan permohonan resmi ke DKPP, nanti tim akan melakukan verifikasi,” jelas Kepala Dinas DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani.
Langkah-Langkah dan Syarat Peminjaman
1. Mengajukan Surat Permohonan yang ditujukan kepada DKPP Kabupaten Bojonegoro.
2. Melakukan Verifikasi Dokumen: Tim DKPP akan memeriksa kelengkapan administrasi, termasuk fotokopi KTP ketua Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
3. Melaksanakan Survei Kebutuhan: Tim lapangan akan memastikan kesesuaian alat dengan luas lahan yang akan dikerjakan.
Masa peminjaman standar ditetapkan selama 20 hari, namun terdapat fleksibilitas untuk wilayah dengan kebutuhan khusus atau luas lahan yang besar. Kelompok tani dapat mengajukan perpanjangan jika masa pinjam awal belum mencukupi.
Tanggung Jawab Peminjam
Meskipun layanan peminjaman gratis, ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab mandiri peminjam:
– Logistik: Pengambilan dan pengembalian alat ke gudang DKPP.
– Operasional: Kebutuhan bahan bakar selama penggunaan.
– Tenaga Kerja: Penyediaan operator alat.
“Untuk pengambilan, pengembalian, termasuk kebutuhan bahan bakar alsintan menjadi tanggung jawab peminjam. Begitu pula operatornya, namun jika kelompok tani tidak memiliki operator, DKPP siap membantu menyiapkan petani yang sudah mengikuti pelatihan,” tambah Zaenal Fanani.
Melalui sinergi antara pemerintah dan petani dalam pemanfaatan teknologi pertanian ini, diharapkan target swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Bojonegoro dapat tercapai secara maksimal. (*)
