Sedekah Bumi di Semanding Bojonegoro, Warga Diajak Jaga Kerukunan dan Budaya Leluhur

Cropped 20260806 204909.png
20260918
Sedekah Bumi Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro, di balaidesa Jumat Pon (18/9/2026)

BOJONEGORO UpWarta.com — Pemerintah Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro, menggelar tradisi Sedekah Bumi bersama warga, Jumat Pon (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Semanding itu menjadi momentum ungkapan syukur sekaligus melestarikan tradisi leluhur.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Semanding Suharto, jajaran perangkat desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Penggerak PKK, serta warga Desa Semanding dan Desa Bakalan.

Ketua Panitia Sedekah Bumi, Sukito, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh warga.

“Keamanan tidak hanya bergantung pada kepolisian, Koramil, maupun Linmas. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar seluruh rangkaian acara berjalan kondusif dan lancar,” ujar Sukito.

Sukito juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga dan tamu undangan apabila terdapat kesalahan maupun kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Semanding Suharto mengatakan Sedekah Bumi merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun pada Jumat Pon. Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang diberikan Allah SWT.

“Harapannya masyarakat senantiasa hidup rukun, tenteram, adem ayem, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” kata Suharto.

Selain doa bersama dan tradisi sedekah desa, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian sejarah Desa Semanding. Suharto menceritakan asal-usul desa yang dikaitkan dengan kisah pada masa Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1300-1500 Masehi.

Dalam kisah tersebut, sekelompok prajurit disebut melarikan diri atau “keplayu-playu” dari wilayah Mojokerto hingga akhirnya menemukan tempat yang aman di wilayah Bojonegoro. Wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai Desa Semanding.

Penyampaian sejarah desa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut agar masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal asal-usul dan akar budaya Desa Semanding.

Pemdes Semanding turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Panitia Sukito beserta seluruh panitia, para donatur, dan warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan.

Sedekah Bumi ditutup dengan doa bersama. Warga berharap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu tetap terjaga serta membawa keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat Desa Semanding. (SKM)