Bojonegoro UpWarta.com – Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, mulai memperluas perannya sebagai ruang edukasi sekaligus penggerak potensi ekonomi masyarakat desa.
Salah satunya melalui kegiatan outing class yang melibatkan peserta didik Pendidikan Prasekolah (PP), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-Kanak (TK).
Kegiatan yang digelar Selasa (8/9/2026) itu dikemas dengan konsep belajar sambil bermain. Para peserta didik diajak mengenal berbagai potensi lokal Desa Bonorejo dan sekitarnya secara langsung.
Kegiatan diawali dengan berkumpul di Balkondes Bonorejo. Para peserta mengikuti briefing dan senam sehat sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan Tayo menuju sejumlah lokasi edukasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik mengunjungi Edukasi Ayam Gayatri untuk mengenal peternakan ayam petelur. Mereka kemudian mengikuti Sekolah Lapang guna mempelajari dunia pertanian dan lingkungan.
Tak berhenti di sana, peserta juga diajak melihat proses pembuatan makanan khas Bojonegoro, ledre. Rombongan selanjutnya mengunjungi peternakan kambing untuk belajar mengenal sekaligus memberi makan hewan ternak.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan outbound di Embung Lorok. Kegiatan ini dirancang untuk melatih keberanian, kemandirian, kerja sama, serta membangun rasa percaya diri anak.
Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan, mengatakan Balkondes diharapkan tidak hanya menjadi tempat wisata. Menurutnya, Balkondes harus bisa menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin Balkondes menjadi ruang bersama yang bisa mengakomodasi kegiatan pendidikan, wisata, sekaligus mendukung potensi ekonomi masyarakat desa,” kata Rachmad.
Ketua BUMDes Bonorejo, Irwan Adi Saputra, mengatakan potensi lokal desa memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi paket edukasi yang menarik sekaligus bernilai ekonomi.
“Potensi desa seperti peternakan, pertanian, pengolahan makanan, dan embung bisa dikemas menjadi kegiatan edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Betty, salah satu guru pendamping, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi bisa melihat langsung berbagai aktivitas yang ada di lingkungan desa sambil bermain,” tuturnya.
Kegiatan outing class tersebut dinilai menjadi salah satu langkah awal untuk membangun ekosistem edukasi berbasis potensi desa.
Balkondes Bonorejo dapat menjadi titik temu antara lembaga pendidikan, pelaku UMKM, kelompok masyarakat, peternak, petani, hingga lembaga ekonomi desa.
Dengan konsep tersebut, berbagai potensi lokal tidak hanya diperkenalkan kepada anak-anak, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan wisata edukasi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan semakin luas dengan melibatkan lebih banyak lembaga dan kelompok masyarakat. Balkondes Bonorejo pun diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan edukasi, wisata, pemberdayaan, sekaligus pengembangan ekonomi desa. (Fa)
