BERITA  

Pengurukan Lapangan Desa Prayungan Disorot Warga, Diduga Ada Selisih Volume Mencapai Ribuan Meter Kubik

Avatar photo

BOJONEGORO UpWarta.com – Dugaan adanya selisih volume pada pekerjaan pengurukan Lapangan Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan masyarakat.

Berdasarkan keterangan narasumber, dugaan tersebut muncul setelah membandingkan volume material yang tercantum dalam dokumen pembelian dengan hasil pengukuran mandiri di lokasi pekerjaan.

Mengacu pada nota pembelian yang ditunjukkan narasumber, total volume material urukan tercatat sebanyak 6.664 meter kubik (m³).

Sementara itu, hasil pengukuran warga terhadap area pengurukan dengan ukuran sekitar 110 meter x 80 meter dan ketebalan rata-rata 0,40 meter menghasilkan estimasi volume sekitar 3.520 m³.

Berdasarkan perbandingan tersebut, narasumber menduga terdapat selisih volume sekitar 3.144 m³, sehingga hal itu menjadi dasar dugaan ada manipulasi volume, ditambah lagi pelaksana pekerjaan adalah CV Keanu Putra Persada  yang merupakan  perusahaan milik Kepala Desa sendiri.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Desa Prayungan, Puji Utomo, membantah adanya ketidaksesuaian volume. Menurutnya, perhitungan yang dilakukan warga belum mencakup seluruh ruang lingkup pekerjaan.

“Perhitungan itu tidak bisa hanya didasarkan pada ketebalan urukan yang terlihat saat ini. Pekerjaan pengurukan tidak hanya dilakukan pada lapangan yang sudah ada, tetapi juga mencakup perluasan area,” ujar Puji saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, lapangan lama diperluas ke arah selatan pada lahan yang sebelumnya merupakan sawah dengan elevasi lebih rendah dibandingkan lapangan lama.

“Area lapangan lama memang sudah lebih rendah dari jalan, sedangkan lahan tambahan di sebelah selatan itu dulunya sawah, jadi jauh lebih rendah lagi. Tentu membutuhkan material urukan yang lebih banyak,” jelasnya.

Puji menambahkan, ketebalan urukan juga tidak sama di seluruh lokasi. Menurutnya, pada bagian barat terdapat titik dengan kedalaman urukan mencapai sekitar satu meter karena sebelumnya merupakan lahan pertanian bawang merah.

“Kalau dipukul rata pasti tidak akurat. Sebagian besar volume justru digunakan untuk penambahan area baru,” katanya.

Meski mengaku tidak dapat memastikan ketebalan urukan di setiap titik, Puji menegaskan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dokumen perencanaan dan pertanggungjawaban pemerintah desa.

Puji Utomo juga membenarkan bahwa pekerjaan pengurukan dilaksanakan oleh CV Keanu Putra Persada yang merupakan milik Kepala Desa Prayungan, Lely Yusliani.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Lely Yusliani belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan selisih, manipulasi volume, maupun kepemilikan perusahaan miliknya dalam proyek tersebut yang secara aturan semestinya tidak diperbolehkan. (Arh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *