Jakarta UpWarta.com – Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut tuntas keberadaan ribuan tambang timah ilegal di Indonesia.
Prabowo menilai tidak mungkin aktivitas pertambangan timah ilegal berlangsung dalam jumlah besar tanpa diketahui aparat terkait.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pidato tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kenegaraan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo saat menyoroti persoalan tambang ilegal. Dia menyebut pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir tahun lalu.
“Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. 1.000 tambang ilegal,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian meminta Panglima TNI dan Kapolri melakukan penyelidikan terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut.
Menurutnya, jumlah tambang yang mencapai ribuan menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan aparat di lapangan.
“Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri enggak tahu?” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemimpin harus berani melakukan penertiban terhadap bawahannya apabila ditemukan pelanggaran.
Menurutnya, tindakan tegas harus dilakukan demi kepentingan masyarakat dan negara.
“Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri,” tegasnya.
Dia mengakui keputusan untuk menindak anggota atau pejabat yang sebelumnya telah mendapatkan kepercayaan maupun kenaikan pangkat bukan perkara mudah.
Namun, Prabowo menekankan kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
“Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan!” katanya. (Red).

