BOJONEGORO UpWarta.com – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam rangka pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.
Rapat berlangsung di Ruang Komisi B DPRD Bojonegoro, Rabu (12/8/2026), dan diikuti pimpinan serta anggota Komisi B bersama pihak terkait.
Dalam rapat tersebut, Komisi B DPRD Bojonegoro membahas sejumlah rencana pendapatan dan kinerja BUMD sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan keuangan daerah. Setiap BUMD diminta menyusun proyeksi secara realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi perusahaan.
Salah satu BUMD yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah PT ADS. Direktur PT ADS, Ahmad Kudhori, menyampaikan perkembangan positif kinerja perusahaan hingga semester I tahun 2026.
Menurutnya, realisasi pendapatan PT ADS hingga semester I telah melampaui target yang ditetapkan. Jika dibandingkan dengan RKKA semester I, realisasi disebut mencapai sekitar 276 persen, sedangkan dibandingkan dengan target RKKA akhir tahun, capaian sementara berada di kisaran 145 persen.
“Ini kabar yang sangat menggembirakan. Sampai semester I, dari perbandingan RKKA dan realisasi sudah melebihi target 276 persen,” ujar Ahmad Kudhori dalam rapat.
Ia menjelaskan, kinerja perusahaan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain volume produksi, harga minyak atau ICP, cost recovery, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Meski menghadapi tantangan pada sisi produksi atau lifting, PT ADS tetap optimistis terhadap pencapaian pendapatan perusahaan. Kondisi tersebut didukung oleh harga minyak yang masih cukup baik.
Selain menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan, PT ADS juga memaparkan sejumlah program kolaborasi untuk mendukung program prioritas Kabupaten Bojonegoro.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung program Pakan Ayam Gayatri.
PT ADS menyiapkan dukungan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa subsidi transportasi untuk membantu biaya pengangkutan pakan ayam dari gudang menuju sejumlah titik distribusi di desa.
Distribusi tersebut nantinya melibatkan berbagai mitra yang telah memiliki aktivitas usaha di tingkat desa, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), koperasi, BUMDes, maupun kelompok ternak.
Ahmad Kudhori mengatakan, skema subsidi transportasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga harga pakan tetap terjangkau bagi penerima sekaligus memperkuat ekosistem usaha yang telah terbentuk di tingkat desa.
“Subsidi transportasi ini akan kita lakukan, sehingga harapannya dengan harga di gudang selisihnya cukup lumayan ketika harga distributor yang hari ini existing berjalan,” katanya.
Tak hanya subsidi transportasi, PT ADS juga berencana memberikan bantuan peralatan kepada BUMDes dan kelompok ternak yang telah diinventarisasi bersama Dinas Peternakan dan Perikanan.
Bantuan tersebut diarahkan kepada kelompok yang dinilai memiliki potensi dan selama ini bergerak di sektor pakan maupun usaha peternakan.
Ahmad Kudhori menyebut persiapan program tersebut telah dilakukan dan kini memasuki tahap akhir.
“Insyaallah di akhir Agustus atau awal September program ini akan running, sebagai penyelamatan program prioritas dari Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari komitmen PT ADS untuk tidak hanya menjaga kinerja perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan program CSR yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui sinergi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan serta pelaku usaha di tingkat desa, program tersebut diharapkan turut mendukung keberlanjutan program Pakan Ayam Gayatri sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Bojonegoro
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, SH., MH meminta seluruh BUMD menyusun target pendapatan secara cermat berdasarkan kemampuan riil perusahaan.
Lasuri menegaskan, setiap target yang masuk dalam KUA-PPAS harus memiliki dasar perhitungan yang jelas sehingga dapat direalisasikan dan tidak menimbulkan perubahan besar pada saat pembahasan APBD maupun perubahan APBD.
Selain PT ADS, Komisi B juga membahas perkembangan kinerja PDAM Tirta Buana Bojonegoro.
PDAM Tirta Buana menyampaikan capaian kinerja positif dengan mencatat laba sekitar Rp900 juta lebih hingga Juli 2026. Capaian tersebut telah mencapai sekitar 106,6 persen dari target Juli.
Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh bertambahnya pelanggan melalui program pemasangan Sambungan Kran Rumah (SKR). Sejak Januari 2026, tercatat sekitar 8.000 SKR masuk dalam program pelayanan.
PDAM Tirta Buana juga menyampaikan target tahun 2027 sebesar sekitar Rp3,8 miliar serta peluang pengembangan kerja sama pelayanan air bersih dengan berbagai pihak.
Dari sisi kontribusi kepada daerah, PDAM Tirta Buana telah menyetorkan laba sebesar Rp700.335.000 dari target setoran laba tahun 2026 sebesar Rp1,4 miliar. Pembayaran dilakukan secara bertahap dan ditargetkan lunas pada tahun ini.
Melalui rapat kerja tersebut, Komisi B DPRD Bojonegoro mendorong seluruh BUMD agar terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat tata kelola, serta mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki.
Target pendapatan dalam KUA-PPAS 2027 diharapkan tidak hanya menjadi angka perencanaan, tetapi benar-benar didukung strategi bisnis, proyeksi yang rasional, serta indikator kinerja yang jelas.
Komisi B juga menegaskan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, OPD, dan BUMD agar pengelolaan perusahaan daerah semakin sehat dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Dengan penguatan kinerja BUMD, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro diharapkan terus meningkat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah. (Red)

