Wahid Anshori (PAN) Ajak Masyarakat Bojonegoro Sinergi Dukung Perda KTR yang Masih Dibahas

Avatar photo

BOJONEGORO – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Bojonegoro VI, M. Wahid Anshori, mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk bersinergi dan mendukung penuh pembahasan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Raperda KTR hingga November 2025 masih bergulir di dewan dan tak luput dari pro kontra di kalangan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Wahid (sapaan akrap) seusai menggelar reses masa sidang III pada hari Sabtu (22/11/2025) siang hari, di samping area halaman parkir Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu, Kecamatan Kalitidu. “Seperti Perda KTR ini wajib diterapkan secepatnya karena namanya mandatori wajib kita laksanakan dan itu kan tidak ada salahnya,” katanya.

Wahid menjelaskan bahwa Perda KTR nantinya akan melindungi baik perokok maupun non-perokok demi kebaikan bersama, tanpa membedakan siapa pun. Ia mencontohkan, di rumah sakit sudah sejak dulu dilarang merokok untuk melindungi pasien yang sakit. “Mereka yang sehat tidak apa merokok tapi di tempatnya harus yang tidak menggangu mereka yang sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PAN Bojonegoro Lasuri S.H., M.H. – yang juga Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro – menyampaikan bahwa kegiatan reses ini sangat penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menjalin silaturahmi antara anggota DPRD dan warga Dapil VI. “Kita menampung usulan apa saja, baik mengenai bidang pertanian, kesehatan, dll., kemudian diusulkan ke pemerintah pusat maupun kabupaten dan kita kawal supaya terwujud untuk kepentingan masyarakat makmur dan membanggakan,” ungkapnya.

Lasuri juga menyoroti pentingnya kesehatan, mencontohkan orang yang menderita diabetes gula akan mengalami gangguan pada berbagai organ tubuh seperti mata, ginjal, jantung, bahkan berisiko strok. Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan harus dilakukan dalam setiap keluarga.

Ratusan warga Dapil VI turut berpartisipasi dalam reses III Tahun 2025. Agenda ini menjadi ruang dialog terbuka di mana banyak usulan dan isu dibahas secara gamblang, dengan hadirin yang sangat antusias menyimak hingga acara berakhir. Secara keseluruhan, kegiatan reses berjalan lancar dan kondusif. (SKM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *