PT Karya Usaha Rossan Mulai Distribusikan Bibit Tebu untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

Avatar photo

KEDIRI upwarta.com– PT Karya Usaha Rossan (KUR) mulai mendistribusikan bibit tebu ke sejumlah daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada gula nasional yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Sebelum proses distribusi dilakukan, PT KUR bersama tim dari Kementerian Pertanian terlebih dahulu melaksanakan survei lapangan dan uji kelayakan bibit di beberapa lokasi sumber benih, di antaranya Kabupaten Bondowoso, Kediri, dan Jombang.
Koordinator Tim Lapangan PT KUR, Wildan, menjelaskan bahwa survei tersebut bertujuan memastikan kualitas bibit yang akan disalurkan kepada petani memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Tujuan survei lapangan ini adalah untuk mengetahui kondisi bibit dari sumber benih sekaligus memastikan kelayakannya sebelum didistribusikan kepada petani,” ujar Wildan, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, distribusi bibit akan dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah sentra pengembangan tebu. Kabupaten Bondowoso menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, yakni mencapai 933 hektare dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Selain itu, distribusi juga dilakukan di Kabupaten Sidoarjo seluas 107 hektare dengan target rampung pada November 2026. Sementara daerah lainnya meliputi Lamongan seluas 159 hektare, Rembang 175 hektare, Grobogan 135 hektare, serta Tulungagung 45 hektare.

“Target kami seluruh kebutuhan bibit di daerah tersebut sudah terdistribusi hingga akhir tahun 2026,” jelasnya.

Wildan menambahkan, seluruh bibit yang disalurkan telah melalui proses verifikasi dan uji kelayakan oleh Kementerian Pertanian sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman tebu di tingkat petani.

“PT Karya Usaha Rossan berkomitmen mendukung program swasembada gula nasional. Kami juga melibatkan petani lokal dalam proses uji kelayakan benih agar mutu bibit tetap terjaga dan sesuai dengan kebutuhan petani,” katanya.

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan swasembada gula nasional dapat tercapai dalam dua tahun, lebih cepat dari target awal selama empat tahun. Upaya tersebut ditempuh melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu yang sudah tidak produktif, penerapan mekanisasi pertanian, serta penyediaan benih unggul berkualitas.

Pada 2026, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton sebagai bagian dari percepatan pemenuhan kebutuhan gula dalam negeri. (Yuw)