Bojonegoro UpWarta.com – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menerima penghargaan sebagai Penggerak Demokrasi dalam malam Anugerah Penggerak Bojonegoro.
Di hadapan para tokoh dan penggerak daerah, Nurul turut menyinggung sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, mulai dari HIV/AIDS hingga ribuan anak yang tidak bersekolah.
Malam Anugerah Penggerak Bojonegoro sekaligus menjadi momentum peringatan 15 tahun Blok Bojonegoro. Acara digelar di D’Konco Cafe, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jumat (7/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Azizah menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro yang tidak dapat hadir karena bersamaan dengan agenda penetapan KUA-PPAS APBD di Gedung DPRD Bojonegoro.
Nurul juga menyampaikan apresiasi Pemkab Bojonegoro terhadap kontribusi media dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
“Blok Bojonegoro selalu memberikan support terhadap pemberitaan yang ada di Bojonegoro. Maka ini sama dengan memberikan informasi kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Mudah-mudahan sinergi ini bisa memberikan kemanfaatan bagi kita semuanya,” ujar Nurul.
Momentum penghargaan tersebut juga dimanfaatkan Nurul untuk menyampaikan sejumlah persoalan sosial yang masih membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.
Ia menyebut terdapat 4.251 kasus HIV/AIDS yang tercatat berobat di rumah sakit maupun puskesmas di Bojonegoro.
“Kasus HIV/AIDS di Bojonegoro ada 4.251 kasus yang berobat di rumah sakit maupun puskesmas. Kemudian ada 2.788 kasus ODGJ atau depresi, ini juga PR bersama,” katanya.
Menurut Nurul, Pemkab Bojonegoro juga tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit jiwa. Ia berharap fasilitas tersebut dapat terwujud pada akhir tahun ini.
“Insya Allah di akhir tahun ini rumah sakit jiwa di Bojonegoro bisa terbangun,” imbuhnya.
Selain persoalan kesehatan, Nurul juga menyoroti masih banyaknya anak yang tidak bersekolah.
Ia menyebut terdapat 5.610 anak tidak sekolah berdasarkan data awal. Setelah dilakukan verifikasi, jumlah tersebut menjadi 5.199 anak.
“Selain itu ada 5.610 anak tidak sekolah, setelah diverifikasi ada 5.199. Mudah-mudahan kolaborasi antara Pemkab, media massa, masyarakat, dan akademisi bisa membuahkan keberhasilan menyelesaikan persoalan-persoalan ini bersama-sama,” jelasnya.
Selain Nurul Azizah, acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Budiono dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin.
CEO Blok Media Group Muhammad Abdul Qohhar mengatakan, Anugerah Penggerak merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan apresiasi kepada para tokoh dan pihak yang dinilai berkontribusi sebagai penggerak di berbagai bidang.
Penghargaan tersebut mencakup bidang pendidikan, kemasyarakatan, penelitian, pengabdian, akademis hingga pemerintahan.
“Anugerah Penggerak adalah sebuah penghargaan yang menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk mengapresiasi para penggerak di berbagai bidang. Insya Allah untuk komitmen kami bagi para penggerak,” kata Abdul Qohhar.
Ia berharap semangat para penggerak tersebut dapat ikut mendorong terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan. (Red)
