JOMBANG upwarta.com– Kabupaten Jombang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan Islam dan pengembangan pesantren di Indonesia. Hal itu tercermin dalam kunjungan ulama internasional asal Tripoli Utara, Lebanon, Syekh Ahmad Rouhi Al-Jailani Al-Hasani, yang diterima langsung oleh Bupati Jombang Warsubi di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (6/6/2026) malam.
Kunjungan tokoh agama yang dikenal sebagai keturunan ke-28 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan nasab ke-40 Rasulullah Muhammad SAW tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai keagamaan. Momentum ini menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkenalkan potensi besar dunia pesantren yang dimiliki Kabupaten Jombang kepada kalangan ulama internasional.
Dalam penyambutan tersebut, Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si., didampingi Wakil Bupati Jombang KH M. Salmanudin yazid S.Ag., M.Pd.I. atau Gus Salman, Sekretaris Daerah Agus Purnomo S.H., M.Si., para staf ahli, asisten, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang. Pertemuan berlangsung akrab dengan berbagai pembahasan mengenai perkembangan pendidikan Islam, peran pesantren dalam membangun karakter bangsa, serta pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Warsubi memaparkan bahwa Jombang memiliki kekuatan besar di sektor pendidikan keagamaan. Dengan jumlah penduduk mendekati 1,4 juta jiwa, daerah yang dikenal luas sebagai Kota Santri ini menjadi rumah bagi ratusan pondok pesantren yang tersebar di berbagai kecamatan.
Menurut Warsubi, sejumlah pesantren besar yang telah dikenal hingga tingkat nasional seperti Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Rejoso Peterongan merupakan bagian dari identitas Jombang yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Selain itu, masih terdapat ratusan pesantren lain yang turut berkontribusi mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.
“Kehadiran Syekh Ahmad Rouhi di Pendopo Kabupaten Jombang merupakan sebuah kehormatan sekaligus keberkahan bagi kami dan seluruh masyarakat Jombang. Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat hubungan persaudaraan dan semangat pengembangan pendidikan Islam,” ujar Warsubi.
Sementara itu, Syekh Ahmad Rouhi Al-Jailani mengungkapkan rasa syukur dapat berkunjung ke Kabupaten Jombang. Ia menilai Jombang memiliki posisi strategis dalam perkembangan Islam di Indonesia karena menjadi tempat tumbuhnya banyak ulama besar dan lembaga pendidikan pesantren yang berpengaruh.
Di hadapan para pejabat dan tokoh yang hadir, ulama asal Lebanon tersebut juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Warsubi. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan nilai spiritual dan akhlak masyarakat.
Syekh Ahmad Rouhi menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap pesantren merupakan salah satu indikator penting lahirnya kepemimpinan yang berpihak pada kemaslahatan umat. Dukungan terhadap lembaga pendidikan Islam, menurutnya, akan menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga dan mengembangkan pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, setiap kontribusi yang diberikan kepada pesantren akan menjadi amal yang terus mengalir selama ilmu yang diajarkan dan Al-Qur’an yang dipelajari para santri memberikan manfaat bagi umat.
Pada kesempatan tersebut, Syekh Ahmad Rouhi turut menceritakan perjalanan dakwahnya hingga akhirnya menetap di Indonesia sejak tahun 2018. Setelah mengunjungi berbagai negara, ia memilih Indonesia sebagai tempat pengabdian karena melihat perkembangan Islam yang kuat, damai, dan harmonis. Saat ini, ia aktif mengembangkan kegiatan dakwah melalui Pondok Pesantren Ad-Duhaibi Al-Jailani di Baros, Serang, Banten, yang memberikan pendidikan gratis bagi para santri.
Menjelang akhir pertemuan, Syekh Ahmad Rouhi memimpin doa bersama untuk masyarakat Jombang, para ulama, serta jajaran pemerintah daerah. Doa tersebut dipanjatkan agar Kabupaten Jombang senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kemajuan, dan kesejahteraan, sekaligus terus menjaga reputasinya sebagai Kota Santri yang menjadi pusat pendidikan Islam dan lahirnya generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia.(*)
