BOJONEGORO, UpWarta.com – Di penghujung bulan suci Ramadhan, alun-alun Bojonegoro menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Parade Oklik dan Pawai Obor Sewu pada Kamis malam.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Bojonegoro diikuti sebanyak 24 grup oklik, 1.100 obor, serta para siswa dari 50 lembaga sekolah.
Arak-arakan dimulai dari Jalan Mas Tumapel, melintas Jalan Imam Bonjol, Jalan Mastrip, Jalan MH Thamrin, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, sebelum kembali finis di titik awal.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir langsung menyampaikan bahwa parade ini merupakan upaya melestarikan dan mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Oklik merupakan salah satu warisan budaya khas Bojonegoro selain thengul dan karawitan yang perlu terus dijaga,” ujarnya.
Menurut Bupati, parade diadakan setiap tahun untuk memperkenalkan budaya daerah, dan oklik memiliki potensi menjadi ikon yang membanggakan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melestarikan budaya tersebut, dengan harapan setiap kecamatan memiliki minimal dua hingga tiga grup oklik.
Salah satu warga, Silvi, mengaku antusias menyaksikan acara bersama keluarga. “Acara ini sangat menghibur, apalagi menjelang Lebaran. Semoga ke depan bisa terus diadakan setiap tahun,” ucapnya.
Parade Oklik dan Pawai Obor Sewu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman
(Red)


