BOJONEGORO, UpWarta.com — Halaman Masjid Al-A’la, Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, dipadati warga pada Senin (2/11/2026) malam. Kegiatan Pengajian Kebangsaan dan Pasar Murah Setelah Salat Isya (PASS ISYA) berlangsung meriah.
Untuk diketahui, Program PASS ISYA merupakan sinergi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Polres Bojonegoro, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM), serta Kementerian Agama (Kemenag).
Melalui PASS ISYA, masyarakat tidak hanya mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperoleh informasi langsung mengenai program dan pelayanan pemerintah Kabupaten Bojoegoro.
Program PASS ISYA diharapkan dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Selain meringankan beban ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat melalui masjid.

Pantauan media ini, antusiasme masyarakat terlihat sejak jelang salat Isya. Warga berbondong-bondong hadir untuk mengikuti salat Isya berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan penukaran kupon guna mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Menariknya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah tidak hanya hadir, tetapi juga menyempatkan waktu turun langsung berbaur dengan masyarakat, bahkan ikut membantu membagikan kebutuhan pokok kepada warga yang sedang mengantre.
Sebelum pasar murah dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan sambutan sejumlah pihak. Setelah itu, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis, baru kemudian pasar murah dibuka untuk masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua DMI menyampaikan bahwa PASS ISYA bukan sekadar pasar murah. Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus upaya memperluas fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan umat.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan dalam memperhatikan kesejahteraan jamaah dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan dan pertanian.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan anggaran daerah saat ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga pemerintah harus melakukan penyesuaian dan menetapkan program yang menjadi prioritas.
Di bidang kesehatan, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo kini telah menyediakan layanan unggulan mulai dari pelayanan jantung, saraf, penanganan kanker, hingga terapi sel punca atau stem cell.
Pemkab juga berupaya memperluas fasilitas cuci darah di sejumlah rumah sakit daerah agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah.

Selain kesehatan, sektor pertanian juga menjadi fokus. Pemkab Bojonegoro berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pengembangan bibit padi guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Tak hanya itu, berbagai program sosial juga digalakkan, mulai dari bantuan bagi takmir masjid, marbot, anak yatim, lansia, hingga program beasiswa bagi masyarakat.
Salah satu warga, Sutini (60), mengaku senang dengan kegiatan ini. “Kebutuhan seperti beras, minyak goreng, dan gula jadi yang paling banyak dicari warga,” katanya. (Arh)
