Bojonegoro, UpWarta.com – Pada tanggal 10 Desember 2025, dalam kegiatan yang diadakan di Cafe Noesantara Dander, dibahas pentingnya senam sebagai aktivitas fisik yang bermanfaat, serta kebutuhan pedoman terstruktur untuk Program Senam BMM di Kabupaten Bojonegoro.
Senam sendiri dijelaskan sebagai bentuk aktivitas fisik yang melibatkan serangkaian gerakan tubuh teratur dengan tujuan meningkatkan kebugaran jasmani, kekuatan otot, koordinasi, fleksibilitas, dan kesehatan secara keseluruhan.
Prinsip pelaksanaan olahraga yang baik diungkapkan adalah teratur, terukur, dan sesuai kemampuan – dimulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan.
Aktivitas yang dilakukan sesuai prinsip ini notabene memberikan manfaat kesehatan optimal, seperti mengurangi rasa cemas, tekanan darah tinggi, dan risiko penyakit kronis seperti diabetes atau obesitas ketika dilakukan rutin.
Dalam pembahasan tersebut juga dibedakan antara aktivitas fisik umum (seperti berjalan sehari-hari) dengan program olahraga terstruktur. Program terstruktur biasanya memiliki urutan gerakan, intensitas, durasi, dan tujuan yang direncanakan secara sistematis.
Studi menunjukkan bahwa program ini menghasilkan peningkatan kebugaran yang lebih konsisten dibandingkan aktivitas acak, misalnya lebih efektif dalam meningkatkan kesehatan jantung-paru dan mengurangi faktor risiko bagi peserta yang rentan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam senam antara lain teknik yang tidak tepat yang dapat menimbulkan cedera, intensitas yang tidak sesuai yang menyebabkan kelelahan berlebih, serta konsumsi energi dan adaptasi yang kurang optimal akibat pelaksanaan tidak terstruktur.
Sebaliknya, program yang memiliki kerangka terencana cenderung memberikan manfaat seperti peningkatan kebugaran yang lebih jelas dan terukur, pengalaman yang lebih aman untuk berbagai usia, serta kemudahan dalam mengevaluasi dampak secara ilmiah.
Sebuah penelitian berjudul Structured and unstructured physical activity habits: a study on adolescents’ motivational characteristics for exercising juga membuktikan bahwa program terstruktur yang diikuti secara konsisten memberikan manfaat kesehatan yang lebih nyata, seperti peningkatan fungsi kardiovaskular dan penurunan risiko penyakit kronis.
Mengenai Program Senam BMM Bojonegoro, diharapkan ada panduan gerakan atau pedoman resmi agar tidak terjadi risiko cedera, penurunan kualitas program, gangguan keberlanjutan, serta penurunan legitimasi akademik dan kebijakan program.
Achmad Imam Fatoni, Ketua Yayasan Teras Center Nusantara, menyampaikan pesan terkait koordinator Senam BMM Bojonegoro: “Kapasitas itu membangun kepercayaan, sementara amanah tanpa kapasitas hanya akan berujung pada kekecewaan.” (*/SKM)
