TUBAN, UpWarta.com – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) IV Pagar Nusa Kabupaten Tuban menjadi sorotan sejumlah anggota. Sabtu (31/10/2026)
Mereka mempertanyakan transparansi pengelolaan keuangan organisasi selama masa khidmah kepengurusan 2021-2026, termasuk dana iuran wajib anggota yang dihimpun untuk pembangunan padepokan.
Sabtu, 30 Oktober 2026, menjadi batas waktu yang diberikan Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa kepada pimpinan cabang yang telah berakhir masa khidmahnya. Tuban menjadi salah satu cabang yang masuk dalam agenda tersebut.
Masa khidmah kepengurusan Pagar Nusa Tuban periode 2021-2026 diketahui telah berakhir pada awal Oktober. Namun, pelaksanaan konferensi baru digelar pada Sabtu (30/10/2026), tanpa adanya perpanjangan surat keputusan (SK) kepengurusan.
Di tengah pelaksanaan konferensi, sejumlah anggota mengaku masih menyimpan pertanyaan terkait pengelolaan keuangan organisasi selama lima tahun terakhir.
Mereka menyoroti kondisi saldo kas organisasi yang disinyalir minus, meski pemasukan setiap tahun disebut mencapai puluhan juta rupiah.
Selain itu, dana iuran wajib anggota yang dihimpun untuk pembangunan padepokan juga menjadi perhatian. Nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah, tetapi sejumlah anggota mengaku belum mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan dan penggunaannya.
Salah satu narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan berharap pengurus dapat menyampaikan laporan keuangan secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan anggota.
“Kita hanya minta transparansi saja,” ujarnya.
Ia meminta pengurus periode 2021-2026 atau pihak mana pun yang mengelola dana tersebut untuk menyampaikan laporan keuangan secara terbuka kepada anggota.
Menurutnya, dana organisasi yang masih tersisa perlu dijelaskan dan diserahkan kepada forum musyawarah konferensi agar dapat dipertanggungjawabkan serta menjadi bagian dari proses serah terima kepada pengurus baru.
Narasumber tersebut juga menyoroti munculnya bakal calon yang diusung oleh pengurus lama dalam pelaksanaan konferensi.
Kondisi itu, menurutnya, memunculkan persepsi di kalangan anggota terkait kemungkinan adanya kepentingan untuk mengamankan persoalan keuangan yang hingga kini belum mendapatkan penjelasan.
Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Konfercab IV Pagar Nusa Kabupaten Tuban turut dihadiri perwakilan Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur, PCNU Tuban, pengasuh Pondok Pesantren Bejagung, serta 20 undangan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pengurus Pagar Nusa Tuban periode 2021-2026 mengenai dugaan persoalan keuangan tersebut.
Reporter: Fauzi
