Tingkatkan Kualitas Peternakan, Anggota Koperasi Rimba Tani Sejahtera Ikuti Pelatihan Silsilah dan Identitas Domba

Cropped 20260806 204909.png
20261017

Bojonegoro UpWarta.com – Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan terus dilakukan melalui penguatan kapasitas peternak. Salah satunya melalui pelatihan pencatatan silsilah dan identitas domba yang diikuti anggota Koperasi Produsen Rimba Tani Sejahtera di kandang budidaya domba koperasi, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan peternakan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Melalui pelatihan tersebut, anggota koperasi dibekali pemahaman mengenai pentingnya pencatatan identitas ternak serta penelusuran silsilah domba sebagai dasar pengelolaan budidaya yang lebih baik.

Pelatihan menghadirkan Yanuar, pemilik Yusuf Handling Product Farm, sebagai narasumber. Kegiatan ini juga melibatkan Tim Alas Institute sebagai mitra pelaksana Program Petani Hutan Jambaran-Tiung Biru 2026 yang didukung PT Pertamina EP Cepu (PEPC JTB).

Dalam pemaparannya, Yanuar menjelaskan bahwa pencatatan identitas dan silsilah domba merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan peternakan. Data ternak dapat membantu peternak mengenali karakteristik masing-masing domba, memantau perkembangan, serta menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pemeliharaan dan pengembangbiakan.

“Pencatatan identitas domba jangan dianggap sebagai pekerjaan tambahan semata. Ini merupakan bagian penting dari manajemen peternakan. Dengan data yang tertata, peternak dapat lebih mudah mengenali ternaknya, memantau perkembangannya, dan merencanakan pengembangbiakan secara lebih baik,” ujar Yanuar.

Menurutnya, pengelolaan ternak yang baik tidak hanya bergantung pada pemberian pakan dan perawatan harian, tetapi juga pada ketelitian peternak dalam mendokumentasikan informasi setiap individu ternak. Kebiasaan mencatat tersebut diharapkan dapat membantu peternak mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

Sementara itu, Andestara, perwakilan Alas Institute, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas peternak menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota Koperasi Rimba Tani Sejahtera semakin memahami pentingnya tata kelola peternakan yang baik. Pendampingan tidak hanya berfokus pada kegiatan yang berjalan saat ini, tetapi juga mendorong tumbuhnya pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian peternak dalam mengembangkan usaha,” ungkap Andes.

Ia menambahkan, kolaborasi antara komunitas peternak, pendamping, dan praktisi di bidang peternakan diharapkan mampu membuka ruang belajar sekaligus memperkuat fondasi usaha produktif masyarakat.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh Ngaspan, salah satu peserta pelatihan. Ia menilai materi pencatatan identitas domba memberikan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

“Selama ini, perhatian kami lebih banyak tertuju pada perawatan dan pemberian pakan. Dari pelatihan ini, kami semakin memahami bahwa setiap domba juga perlu memiliki catatan identitas yang jelas. Harapannya, ilmu yang kami peroleh bisa langsung diterapkan agar pengelolaan ternak semakin tertib dan hasil budidaya semakin baik,” tutur Ngaspan.

Melalui pelatihan ini, anggota Koperasi Produsen Rimba Tani Sejahtera diharapkan mampu menerapkan pencatatan identitas dan silsilah domba secara konsisten. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun peternakan yang lebih profesional, meningkatkan kualitas pengelolaan ternak, serta memperkuat peluang pengembangan usaha peternakan masyarakat secara berkelanjutan. (Udin)

You cannot copy content of this page