Sedekah Bumi di Pesarean Mbah Syamsuddin, Warga Karangsono Doakan Leluhur dan Desa

Cropped 20260806 204909.png
IMG 20260915

Bojonegoro UpWarta.com — Pemerintah Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menggelar tradisi Sedekah Bumi atau Nyadran di Pesarean Mbah Syamsuddin.

Kegiatan tersebut menjadi momentum warga untuk bersyukur sekaligus mendoakan para leluhur.

Kegiatan digelar pada Selasa (15/9/2026) di kompleks Pesarean Mbah Syamsuddin, Desa Karangsono. Warga bersama tokoh agama, sesepuh desa, perangkat desa, serta sejumlah elemen masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat.

Kepala Desa Karangsono Sutrisno dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena kegiatan Sedekah Bumi dapat kembali dilaksanakan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara.

“Alhamdulillah kita bisa bersama-sama berkumpul di Pesarean Mbah Syamsuddin untuk mengikuti kegiatan Sedekah Bumi atau Nyadran dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Sutrisno dalam sambutannya.

Menurut Sutrisno, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengingat dan mendoakan para leluhur yang memiliki jasa terhadap sejarah Desa Karangsono.

“Kita sebagai warga Desa Karangsono, anak putu buyut Mbah Syekh Syamsuddin, harus selalu ingat kepada para leluhur. Kewajiban anak turun yang masih berada di alam dunia adalah mendoakan para leluhur yang telah berjasa dalam sejarah Desa Karangsono,” katanya.

Dia berharap doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya warga Desa Karangsono. Doa juga ditujukan agar desa senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, kemakmuran dan kesejahteraan.

“Mudah-mudahan kita semua, keluarga kita, desa kita, dan negara kita selalu diberikan keberkahan dan karaharjan. Semoga diberikan bumi yang gemah ripah loh jinawi, adem ayem, aman, tertib, makmur dan sejahtera,” tutur Sutrisno.

Sutrisno juga mengaitkan kegiatan Sedekah Bumi dengan momentum keagamaan dan kebangsaan. Menurutnya, kegiatan tersebut berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita doakan negara kita selalu diberikan aman, damai, makmur dan sejahtera,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sutrisno turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus makam, panitia, para donatur, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang ikut membantu terselenggaranya kegiatan.

Dia berharap seluruh bentuk bantuan, baik berupa dana, tenaga, pikiran maupun dukungan lainnya, mendapat balasan amal kebaikan dari Allah SWT.

“Terima kasih atas seluruh kontribusi dan partisipasi warga masyarakat Desa Karangsono. Semua yang diberikan sangat berharga dan berarti bagi pelaksanaan Sedekah Bumi atau Nyadran ini,” ungkapnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tahlil. Jamaah dipandu untuk menata niat sebelum mengikuti rangkaian doa yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, para leluhur, serta untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat.

Tradisi Sedekah Bumi tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan warga Desa Karangsono dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat hubungan sosial dan nilai keagamaan di tengah masyarakat. (SKM).