BOJONEGORO UpWarta.com — Ratusan masyarakat Kabupaten Bojonegoro menggelar doa bersama untuk mendoakan para pemimpin bangsa sekaligus memohon keselamatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Babus Shofa, Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (22/8/2026) malam. Doa bersama dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.
Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama turut memimpin rangkaian doa. Kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro.
Di antaranya KH Robawi Afni, Pengasuh Pondok Pesantren Bening Samudro; Alamaul Huda, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid; Joko Waluyo, tokoh agama Kristen; I Ketut Sulaste, tokoh agama Hindu; serta Hokiang San atau Santoso, tokoh agama Konghucu.
Ketua FKUB Kabupaten Bojonegoro Hanafi mengatakan, doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar masyarakat untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar senantiasa amanah dan diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas.
“Sehingga seluruh program-program yang baik bagi masyarakat dapat berjalan dan dapat dirasakan oleh masyarakat. Tujuannya agar negara kita aman, pemimpin kita sehat,” ujar Hanafi.
Menurut Hanafi, doa bersama tidak hanya ditujukan kepada pemerintah pusat, tetapi juga bagi Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat berharap seluruh program pembangunan di daerah dapat berjalan dengan baik sehingga mampu mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.
Sementara itu, KH Robawi Afni menyebut doa bersama menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat dalam menjaga kedamaian sekaligus mendoakan kebaikan bagi bangsa dan para pemimpinnya.
“Kami hadir sebagai bentuk pengabdian kami sebagai masyarakat yang ikut mendoakan para pemimpin saat ini yaitu Presiden Prabowo serta bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin,” harapnya.
Di tempat yang sama, para tokoh lintas agama juga turut mengikuti rangkaian doa sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat serta menjaga suasana yang aman dan kondusif, baik di Bojonegoro maupun di Indonesia. (Red)
