Pemkab Bojonegoro Perkuat Penanganan Genangan Perkotaan, Normalisasi Sungai dan Kali Afur Dikebut

Avatar photo

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat penanganan genangan air di kawasan perkotaan melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Upaya ini melibatkan Dinas PU Cipta Karya bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro dalam langkah cepat dan terukur, baik jangka pendek maupun jangka menengah.

Kepala Bidang (Kabid) Air Baku dan Irigasi Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Bungku Susilowati, menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi beberapa waktu terakhir lebih tepat dikategorikan sebagai genangan akibat intensitas curah hujan tinggi, bukan banjir besar.

“Penanganannya melibatkan dua OPD, yaitu PU Cipta Karya dan PU SDA. Kami sudah berkoordinasi secara intensif dan membentuk grup bersama untuk percepatan respons di lapangan,” jelas Bungku.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan di sejumlah titik, tinggi genangan rata-rata berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter. Namun kondisi tersebut relatif cepat tertangani.

“Ketika pompa air dioperasikan, genangan biasanya surut dalam waktu kurang lebih 30 menit. Jadi sifatnya sementara karena debit hujan yang tinggi dalam waktu singkat,” imbuhnya.

Meski terjadi di beberapa ruas jalan kabupaten, Pemkab memastikan seluruh titik genangan terus dimonitor dan ditangani secara bertahap.

Sebagai bagian dari solusi berkelanjutan, Dinas PU SDA juga melakukan normalisasi sungai dan pembersihan Kali Afur di wilayah perkotaan.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air menuju sungai utama. Normalisasi meliputi pengerukan sedimen, pembersihan sampah, serta perawatan rutin saluran air guna mengurangi potensi hambatan aliran saat hujan deras.

“Kami terus melakukan pembersihan dan pemeliharaan saluran agar fungsi drainase tetap optimal. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meminimalisir genangan di kawasan kota,” tegas Bungku.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sistem pengendalian air perkotaan, terutama menjelang dan selama musim penghujan, demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat. (ping)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *