BOJONEGORO, UpWarta.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong sangat tinggi, dengan salah satu faktor penyebab utamanya adalah pernikahan dini.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI-P, Natasya Devianti, di sela reses masa sidang 1 tahun 2026 yang di konstituennya Dapil II yang laksanakan di Desa Sembung, Kecamatan Kalas. Sabtu (7/2/2026).
Natasya Devianti menyatakan bahwa penurunan tingkat kemiskinan menjadi prioritas penting, dan upaya penanganannya harus menyentuh akar masalah.
“Pernikahan dini menjadi salah satu pemicu yang perlu segera ditangani, mengingat masih banyak ditemukan kasus di pelosok desa yang mengizinkan anaknya menikah di usia muda.”ucapnya
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
“Salah satu langkah yang telah kami dilakukan adalah sosialisasi ke berbagai kecamatan dan desa untuk memberikan motivasi kepada orang tua agar tidak mengizinkan pernikahan dini.”ujarnya.
Selain itu dalam sosialisasinya itu, lanjutnya, pihaknya juga akan memberikan reward atau apresiasi kepada desa yang tidak mengeluarkan Surat Dispensasi Nikah (Diska)
“Karena jika desa tidak mengeluarkan surat tersebut, berarti secara otomatis warga di desa itu tidak bisa melakukan pernikahan dini,” jelas Natasya. (SKM)
