Bojonegoro, UpWarta.com – Kabar adanya rumah warga di Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro yang ditempeli stiker penanda Keluarga Miskin (KM) namun mengaku tak pernah menerima bantuan, mendapat tanggapan langsung dari Kepala Desa Lengkong Drs. H. Ahmad Sholihin.
Ia menyatakan informasi tersebut tidak benar dan menyebutkan adanya kekurangan pemahaman terkait bentuk dan masa penerimaan bantuan sosial (bansos).
“Pemberian stiker KM di Desa Lengkong dilakukan berdasarkan data Damisda, ada 30 stiker yang telah dipastikan tepat sasaran, tapi untuk desa lain saya Tidka tau” ujarnya kepada upwarta.com pada Minggu (4/1/2026) siang.
Kades menjelaskan bahwa ketepatan penempelan stiker telah dikonfirmasi secara langsung kepada masing-masing penerima.
“Semua penerima sudah saya kumpulkan dan hasilnya tepat. Namun, perlu dipahami bahwa ‘penerima’ bukan hanya yang sedang menerima bansos saat ini, melainkan juga yang pernah menerima atau akan menerima,” jelasnya.
Menurutnya, kekurangan pemahaman sering terjadi ketika warga melihat tetangga mengambil bantuan tertentu, namun tidak mengetahui bahwa pihak tersebut telah menerima jenis bansos lain beberapa waktu sebelumnya atau akan menerima bantuan seperti BPJS Ketenagakerjaan di masa mendatang.
“Bansos memiliki bentuk dan macam yang beragam, dengan sumber dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa seperti BLT DD. Selain data KPM Damisda, masyarkat yang masuk kelompok desil 1 hingga 5 menjadi prioritas,”tambahnya.
Sholihin juga mengimbau untuk siapapun
agar selalu melakukan konfirmasi ke balaidesa atau ke pihak terkait agar informasi yang di dapat benar dan akurat.
“Pihak desa juga mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya dan segera menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi yang akurat.”Pesannya.
Sebelumya, telah di kabarkan bahwa ada rumah warga di tiga desa di Kecamatan Balen, Bojonegoro, tiba-tiba ditempeli stiker penanda rumah Keluarga Miskin (KM). Namun, para pemilik rumah mengaku belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.
Informasi ini diterima media pada Minggu (4/1/2026) siang. Dari pemberitaan sebuah media yang di tuliskan, Kasus itu disebutkan terjadi di Desa Prambatan, Desa Lengkong, dan di Desa Kedungdowo. (Arh).

